Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Gizi Mikro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gizi Mikro. Tampilkan semua postingan

Jenis-Jenis Mineral yang Wajib Anda Ketahui


Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi. Anda perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Tanpa beberapa mineral / vitamin, beberapa vitamin / mineral tidak berfungsi dengan baik. Perbedaan terbesar antara vitamin dan mineral adalah bahwa mineral merupakan senyawa anorganik, sedangkan vitamin organik.

Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh Anda. Mineral makro adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral mikro ( trace elements ) adalah yang kita perlukan kurang dari 100 mg sehari. Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida adalah contoh mineral utama, sedangkan kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc adalah contoh mineral minor.

Pembedaan jenis mineral tersebut semata-mata hanya berdasarkan jumlah yang diperlukan, bukan kepentingan . Mineral mikro tak kalah penting dibandingkan mineral makro. Kekurangan mineral mikro akan menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius.

Ketika pola makan Anda sehat dan bervariasi, Anda mendapatkan cukup mineral. Namun, bila pola makan Anda tidak seimbang atau Anda memiliki gangguan penyerapan mineral, Anda dapat mengalami kekurangan mineral. Dalam kondisi tersebut, Anda mungkin perlu mengambil suplemen mineral dan vitamin.

Berikut adalah jenis-jenis mineral bagi tubuh :

Kalsium

Anda mungkin pernah mendengar orangtua Anda mengatakan bahwa susu baik untuk kesehatan. Susu memang makanan yang baik karena mengandung banyak kalsium. Konsumsi cukup kalsium memastikan Anda memiliki tulang yang kuat dan tumbuh dengan baik. Sampai Anda berulang tahun ke-30, tulang Anda terus tumbuh dan berkembang. Setelah Anda berusia 30 tahun, pertumbuhan tulang Anda tidak secepat penyusutannya.

Jika Anda tidak mendapatkan cukup kalsium, tulang Anda akan keropos di usia 50 tahun. Kalsium dapat memperlambat proses ini. Kalsium adalah mineral terbesar yang dibutuhkan tubuh Anda. Sekitar 2-3 persen dari berat badan Anda adalah kalsium, di mana 98% tersimpan di dalam tulang dan gigi dan 1% di darah Anda. Selain untuk pemeliharaan tulang dan gigi, kalsium juga membantu kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, fungsi hormon, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12 dan pencegahan batu ginjal dan penyakit jantung.

Sumber kalsium: susu dan produk susu (keju, yoghurt, dll), telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau gelap.

Magnesium

Magnesium membantu mengatur kadar kalium dan natrium dalam tubuh, yang terlibat dalam pengendalian tekanan darah. Magnesium berperan penting dalam pemeliharaan jaringan gigi, tulang dan otot, mengatur suhu tubuh, produksi dan transportasi energi, metabolisme lemak, protein dan karbohidrat, kontraksi dan relaksasi otot.

Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang dan gigi, sebagian lain di dalam darah dan otot. Jika Anda tidak memiliki cukup magnesium dalam darah, tubuh Anda akan mengambilnya dari tulang Anda, yang pada gilirannya juga dapat menyebabkan tulang keropos.

Sumber magnesium: susu, sayur-sayuran berdaun hijau, alpukat , pisang, coklat, produk kedelai seperti tempe atau tahu, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Besi

Disimpan dalam hemoglobin (sel darah merah), zat besi membawa oksigen ke sel-sel tubuh dan membawa karbon dioksida keluar tubuh, mendukung fungsi otot, enzim, protein dan metabolisme energi. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, kelelahan, kelemahan, sakit kepala dan apatis.

Ada dua jenis zat besi dalam makanan: besi heme mudah diserap tubuh dan ditemukan dalam daging, unggas dan ikan. Besi non-heme lebih sulit diserap tubuh dan terdapat dalam tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, brokoli, bayam dan kangkung. Tubuh Anda dapat menyerap 20-40 persen besi dari sumber hewani dan 5-20 persen besi dari sumber nabati. Anda perlu makan lebih banyak sayuran untuk mendapatkan zat besi yang Anda butuhkan. Penyerapan zat besi akan meningkat jika diimbangi dengan konsumsi vitamin C.

Zinc (seng)

Zinc terdapat di semua sel tubuh Anda, terutama di kulit, kuku, rambut dan mata. Jika Anda pria, Anda juga menyimpan zinc di prostat Anda. Zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, produksi protein, insulin dan sperma, membantu dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan alkohol, berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida, mempercepat penyembuhan, pertumbuhan, perawatan jaringan tubuh, dan mendukung indera seperti penciuman dan perasa.

Kekurangan zinc menyebabkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, penyembuhan lambat, rambut rontok, libido seks rendah, kehilangan rasa dan bau dan kesulitan beradaptasi dengan cahaya malam.

Sumber zinc: air, makanan berprotein tinggi seperti daging sapi, kambing, dan unggas, kerang, kepiting, lobster, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Selenium

Kita membutuhkan selenium dalam jumlah kecil tetapi teratur untuk kesehatan liver (hati). Selenium banyak ditemukan dalam tanah, sehingga jumlah yang ditemukan dalam sayuran dan buah tergantung pada tempat penanaman dan metode pertanian yang digunakan. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah yang terlalu sering diolah akan memiliki selenium yang rendah.

Sumber selenium: daging, ikan dan kacang-kacangan, susu dan produk susu, telur, susu ayam, bawang putih, bawang merah dan sayuran hijau.

Kalium, Natrium dan Klorida

Kalium (sering disebut juga potasium), natrium (sodium) dan klorida adalah mineral yang larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Mereka terpecah menjadi ion-ion . Ketiga mineral tersebut membuat cairan dalam tubuh Anda tetap konstan dan tidak berfluktuasi. Mereka juga berperan penting dalam transportasi glukosa ke dalam sel dan pembuangan limbah, tekanan darah, transmisi impuls saraf, irama jantung dan fungsi otot.
Kekurangan mineral-mineral ini menyebabkan mengantuk, kecemasan, mual, kelemahan, dan detak jantung tidak teratur.

Sumber: hampir semua makanan kecuali minyak, lemak dan gula, tetapi dapat rusak/hilang jika makanan dimasak.

Mineral lainnya

Selain mineral-mineral di atas, mineral lain yang dibutuhkan tubuh Anda adalah boron, kromium, tembaga, flor, yodium, mangan, molibdenum, nikel, silikon, timbal, dan vanadium. Selain itu, Anda juga membutuhkan dosis yang sangat kecil dari lithium dan aluminium. Tidak ada yang tahu mengapa Anda membutuhkan mineral-mineral tersebut dan berapa jumlah yang Anda butuhkan. Hal itu tidak begitu penting karena hampir tidak ada orang yang mengalami kekurangan nutrisi tersebut.



Sumber Majalah Kesehatan

0 komentar

Suplemen Kalsium Meningkatkan Risiko Serangan Jantung


Suplemen kalsium yang dianjurkan oleh banyak dokter untuk menjaga kesehatan tulang para lanjut usia, terutama perempuan pascamenopause, tampaknya dapat meningkatkan risiko infark miokard (IM). Itulah kesimpulan studi oleh tim peneliti Swiss- Jerman baru-baru ini.

Dikenal oleh umum sebagai serangan jantung , infark miokard terjadi ketika sekelompok otot jantung mati karena penyumbatan mendadak dari arteri koroner. Hal ini biasanya disertai dengan nyeri dada luar biasa dan sejumlah kerusakan jantung.
Untuk studi mereka, para peneliti menganalisis data dari hampir 24.000 orang yang berusia antara 35 dan 64 tahun. Para peserta dipilih yang tidak pernah terdiagnosis infark miokard, stroke, atau stroke ringan. Selama dua belas bulan, para peserta secara teratur memberikan informasi tentang apa yang mereka makan dan apakah mereka mengambil suplemen vitamin atau mineral. Para ilmuwan kemudian mengumpulkan data kesehatan mereka selama rata- rata sebelas tahun. Setelah masa tindak lanjut sebelas tahun tersebut, terdapat 354 kasus IM, 260 kasus stroke dan 267 kasus kematian penyakit kardiovaskuler.
Meskipun asupan kalsium moderat dari makanan menurunkan risiko serangan jantung, asupan dari suplemen justru meningkatkannya. Mereka yang mengambil jumlah kalsium rata-rata (820 miligram per hari) dari makanan memiliki risiko 31 persen lebih rendah terkena serangan jantung. Namun, pada asupan harian kalsium dari makanan sebanyak 1.100 miligram atau lebih, tidak ada penurunan risiko serangan jantung. Ketika para peneliti membandingkan peserta yang mengonsumsi suplemen kalsium dengan yang tidak, peluang serangan jantung meningkat. Siapa pun yang mengambil suplemen kalsium memiliki peningkatan risiko 100 persen.
Peningkatan risiko tersebut tampaknya berasal dari kenaikan tiba-tiba kalsium serum (kalsium dalam darah). Pada makanan, kalsium didistribusikan ke tubuh sepanjang hari dan dilepaskan dalam dosis kecil sehingga jauh lebih lambat diserap. Namun, suplemen kalsium memberikan lonjakan jangka pendek, yang jelas dapat berdampak merugikan pada tubuh.
“Mengambil kalsium dalam satu atau dua dosis per hari tidak sesuai dengan proses penyerapan alami tubuh sehingga menyebabkan proses metabolism yang tidak sama dengan kalsium diet,” kata Sabine Rohrmann dari Universitas Zurich.
Oleh karena itu dianjurkan agar mewaspadai suplemen kalsium dan lebih memilih untuk memastikan kecukupan kalsium dari makanan sehari-hari.


Sumber : Majalah kesehatan

0 komentar

Kiat Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

Sumber zat besi dari makanan dibagi atas 2 katagori, yaitu: Zat besi Hem, berasal dari makanan sumber hewani seperti hati, daging, unggas dan ikan, serta Zat besi non-Hem, berasal dari makanan sumber nabati, yaitu sayur-sayuran yang berwarna hijau seperti kangkung, daun pepaya, daun singkong dll.

Penyerapan dalam Tubuh

Hal yang banyak belum diketahui adalah kadar penyerapannya dalam tubuh. Penyerapan zat besi Hem lebih banyak daripada Zat besi non-Hem, yaitu 20-30% dibanding hanya 2-10 % saja untuk sumber dari sayuran. Padahal untuk masyarakat Indonesia kebanyakan lebih sering mengkonsumsi sumber zat besi yang non-Hem, disamping karena tingkat ekonomi yang rendah, juga karena Indonesia kaya akan sumber sayuran. Hal ini yang membuat tingkat anemia di Indonesia juga tinggi, yaitu suatu keadaan kadar Hemoglobin darah yang rendah, diantaranya karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh.

Kiat Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

Kita tentu menginginkan zat besi dari sumber non-Hem yang kita makan, juga dapat banyak diserap tubuh, berikut kiat-kiatnya yang dapat kita terapkan :

1. Memasukkan Makanan Sumber Vitamin C
Vitamin C dapat meningkatkan optimalisasi penyerapan zat besi non-Hem. Sumber vitamin C diantaranya: jeruk, apel, pisang, jambu biji, mangga dll. Usahakan pada saat kita makan sumber non-Hem, disertai dengan makan sumber-sumber vitamin C tersebut, bisa dalam bentuk minuman seperti jus yang kita santap setelah makan sayuran hijau.

2. Memasukkan sejumlah kecil daging atau ikan dalam hidangan
Daging dan ikan termasuk dalam sumber Hem yang tinggi penyerapannya. Mengkombinasikan sumber non-Hem dengan Hem akan meningkatkan penyerapan yang non-Hem. Jumlahnya tidak harus banyak dan mahal, bisa dalam bentuk rempeyek teri atau sejumput abon.

3. Menghindari minum teh atau kopi, sesaat setelah makan
Minum teh atau kopi setelah makan memang nikmat, tapi sebaiknya dihindari pada saat kita menyantap sumber zat besi non-Hem, karena bahan tersebut mengandung Tanin dan Cafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Tunda minum teh atau kopi minimal 1 jam setelah makan,apabila kita ingin mendapatkan manfaat maksimal dari sumber zat besi yang kita makan.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dietetics Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger