Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Menentukan kategori berat badan

Standar internasional yang saat ini dipakai untuk menilai ideal tidaknya berat badan adalah BMI (Body Mass Index), yang menggunakan perbandingan berat dan tinggi badan. Untuk menghitung BMI, caranya sangat sederhana. BMI sama dengan berat badan Anda dibagi dengan tinggi badan kuadrat.
Misalnya, bila berat Anda 60 kg dan tinggi Anda 1,60 m maka BMI Anda 23,43 kg/m². Hal itu karena 1,60 x 1,60 = 2,56, sehingga 60 ÷ 2,56 = 23,43. Nah, sekarang Anda telah menemukan BMI Anda, lihatlah tabel klasifikasi di bawah ini untuk mengetahui apakah Anda memiliki berat badan normal atau tidak.

Tabel Klasifikasi BMI menurut WHO Klasifikasi BMI(kg/m2)


Beberapa catatan mengenai BMI

Nilai BMI berlaku sama untuk semua umur dan jenis kelamin. Namun, interpretasi BMI tidak selalu sama untuk semua populasi. Risiko kesehatan yang berhubungan dengan meningkatnya BMI mungkin berbeda untuk populasi yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa orang Asia cenderung sudah memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe-2 dan penyakit kardiovaskuler pada BMI kurang dari 25.

Perlu dicatat bahwa BMI tidak mempertimbangkan komposisi tubuh, antara lain massa otot, massa lemak dan tingkat hidrasi. Oleh karena itu, Anda bisa saja memiliki BMI di atas 25 namun tidak termasuk kegemukan bila memiliki massa otot yang besar (misalnya bila Anda olahragawan).

Pria biasanya puas dengan BMI 23 s.d.25 dan wanita cenderung lebih percaya diri bila memiliki nilai BMI antara 20 s.d. 22. Jika BMI Anda antara 23 s.d.25, kebanyakan orang belum menganggap Anda kelebihan berat badan.

Untuk remaja atau anak-anak, patokan yang digunakan berbeda-beda menurut usia dan jenis kelamin. Penafsiran hasil BMI anak menggunakan statistik dalam hitungan persentil populasi anak lain seusianya. Bila anak Anda memiliki BMI di atas persentil ke-85 untuk usianya, dia termasuk kategori kegemukan (artinya, 85% anak lain memiliki BMI di bawah nilai BMI-nya).
0 komentar

Jangan mengkonsumsi makanan ini bersama dengan obat

Sedang menjalani pengobatan? Saat tubuh sakit memang diperlukan asupan nutrisi yang cukup agar bisa segera pulih. Namun, sebaiknya lebih cermat dalam memilih makanan. Karena ada beberapa makanan yang tidak dianjurkan dikonsumsi saat sedang menjalani pengobatan.

Interaksi obat dan makanan terjadi bila makanan yang Anda makan mempengaruhi bahan dalam obat yang Anda minum sehingga obat tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Interaksi ini dapat menyebabkan efek yang berbeda-beda, dari mulai peningkatan atau penurunan efektivitas obat sampai efek samping. Makanan juga dapat menunda, mengurangi atau meningkatkan penyerapan obat.

Itulah sebabnya mengapa beberapa obat harus diminum pada waktu perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) dan beberapa obat lain sebaiknya diambil bersamaan dengan makanan.
Seperti beberapa jenis makanan berikut ini:

1. Susu

Susu memang menyehatkan, namun tak cocok jika diminum setelah atau sebelum minum obat antibiotik. Karena antibiotik akan membentuk semacam gumpalan bundar apabila bercampur dengan kalsium yang terdapat dalam susu. Ukuran gumpalan ini akan telalu besar untuk melewati dinding usus. Akibatnya antibiotik bukannya masuk ke dalam peredaran darah, tetapi akan dicerna oleh usus, sehingga efek pengobatannya menjadi tidak ada.

2. Jus jeruk / sunkies

Jus jeruk menghambat enzim yang terlibat dalam metabolisme obat sehingga mengintensifkan pengaruh obat-obatan tertentu. Peningkatan pengaruh obat mungkin kelihatannya baik, padahal tidak. Jika obat diserap lebih dari yang diharapkan, obat tersebut akan memiliki efek berlebihan. Misalnya, obat untuk membantu mengurangi tekanan darah bisa menurunkan tekanan darah terlalu jauh. Konsumsi jus jeruk pada saat yang sama dengan obat penurun kolesterol juga meningkatkan penyerapan bahan aktifnya dan menyebabkan kerusakan otot yang parah. Jeruk yang dimakan secara bersamaan dengan obat anti-inflamasi atau aspirin juga dapat memicu rasa panas dan asam di perut dan jika dibarengi dengan obat-obatan antibiotik tingkat keasaman jus jeruk dapat menurunkan efek anti bakterinya.

3. Jus semangka 

Jus ini akan memperkuat efek obat penurun tekanan darah seperti Captopril, Enalapril akan meningkatkan efek obat tersebut sehingga tekanan darah menurun drastis dan efek yang paling terasa adalah keseimbangan berkurang dan pusing.

4. Keju

Di negara Barat, menikmati keju lebih menyenangkan bersama segelas wine. Sebaiknya jangan memakannya jika sedang mengonsumsi obat penenang atau anti-depresi. Kandungan tyramine pada keju diketahui dapat menghambat penyerapan obat dan bisa menyebabkan migrain.

5. Kopi  / kafein

Kopi mengandung kafein yang dapat berinteraksi dengan obat. Namun jika diminum setelah minum obat antibiotik justru akan membuat jantung berdetak lebih cepat. Hindari juga minum kopi setelah atau sebelum mengonsumsi obat asma atau obat penenang. Untuk menghindari keluhan palpitasi, tremor, berkeringat atau halusinasi, yang terbaik adalah menghindari minum kopi, teh atau soda pada masa pengobatan.

6. Licorice

Licorice merupakan bahan utama membuat permen. Rasanya pedas-pedas enak. FDA menganjurkan untuk menghindari makan permen denagn bahan ini jika sedang mengonsumsi obat jantung. Pasalnya obat tidak akan bekerja sempurna dan justru membuat dosis obat meningkat.

Tips untuk Anda

  1. Ikuti petunjuk pemberian obat oleh dokter/apoteker, apakah obat harus diminum saat perut kosong, bersamaan dengan saat makan, atau waktu lainnya.
  2. Bila Anda membeli obat bebas, bacalah dengan seksama label petunjuk pemakaian obat untuk memeriksa hal ini, terutama pada bagian “interaksi obat”. Baca semua petunjuk, peringatan dan pencegahan interaksi yang tercetak pada label tersebut.
  3. Bila Anda mendapatkan obat resep dari dokter, tanyakan padanya makanan apa yang harus dihindari saat mengkonsumsinya.
  4. Baca label obat resep. Jika Anda tidak memahami sesuatu, tanyakan kepada dokter atau apoteker.
  5. Minumlah obat dengan segelas air, kecuali dokter Anda menyarankan lain. Bila Anda kesulitan menelan obat dengan air, tanyakan apakah boleh menggantinya dengan pisang, misalnya. Dokter mungkin dapat memberi alternatif bentuk obat lain seperti sirup atau puyer untuk Anda.
  6. Jangan mengaduk obat dengan makanan Anda atau membuka kapsul (kecuali disarankan dokter Anda), karena hal tersebut dapat mengubah cara obat bekerja.
  7. Jangan meminum pil vitamin bersamaan dengan meminum obat.  Vitamin dan mineral dapat berinteraksi dengan beberapa obat-obatan.
  8. Jangan mencampur obat ke dalam minuman panas karena panas dapat merusak atau menghambat kerja obat.
  9. Produk herbal tidak dianggap sebagai obat sehingga tidak diuji secara komprehensif. Namun, makanan tersebut mungkin dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Bila Anda memakai herbal atau jamu, Anda harus memberitahu dokter dan apoteker untuk menghindari interaksi obat.

Darii berbagai sumber

3 komentar

Jenis-Jenis Mineral yang Wajib Anda Ketahui


Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi. Anda perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Tanpa beberapa mineral / vitamin, beberapa vitamin / mineral tidak berfungsi dengan baik. Perbedaan terbesar antara vitamin dan mineral adalah bahwa mineral merupakan senyawa anorganik, sedangkan vitamin organik.

Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh Anda. Mineral makro adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral mikro ( trace elements ) adalah yang kita perlukan kurang dari 100 mg sehari. Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida adalah contoh mineral utama, sedangkan kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc adalah contoh mineral minor.

Pembedaan jenis mineral tersebut semata-mata hanya berdasarkan jumlah yang diperlukan, bukan kepentingan . Mineral mikro tak kalah penting dibandingkan mineral makro. Kekurangan mineral mikro akan menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius.

Ketika pola makan Anda sehat dan bervariasi, Anda mendapatkan cukup mineral. Namun, bila pola makan Anda tidak seimbang atau Anda memiliki gangguan penyerapan mineral, Anda dapat mengalami kekurangan mineral. Dalam kondisi tersebut, Anda mungkin perlu mengambil suplemen mineral dan vitamin.

Berikut adalah jenis-jenis mineral bagi tubuh :

Kalsium

Anda mungkin pernah mendengar orangtua Anda mengatakan bahwa susu baik untuk kesehatan. Susu memang makanan yang baik karena mengandung banyak kalsium. Konsumsi cukup kalsium memastikan Anda memiliki tulang yang kuat dan tumbuh dengan baik. Sampai Anda berulang tahun ke-30, tulang Anda terus tumbuh dan berkembang. Setelah Anda berusia 30 tahun, pertumbuhan tulang Anda tidak secepat penyusutannya.

Jika Anda tidak mendapatkan cukup kalsium, tulang Anda akan keropos di usia 50 tahun. Kalsium dapat memperlambat proses ini. Kalsium adalah mineral terbesar yang dibutuhkan tubuh Anda. Sekitar 2-3 persen dari berat badan Anda adalah kalsium, di mana 98% tersimpan di dalam tulang dan gigi dan 1% di darah Anda. Selain untuk pemeliharaan tulang dan gigi, kalsium juga membantu kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, fungsi hormon, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12 dan pencegahan batu ginjal dan penyakit jantung.

Sumber kalsium: susu dan produk susu (keju, yoghurt, dll), telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau gelap.

Magnesium

Magnesium membantu mengatur kadar kalium dan natrium dalam tubuh, yang terlibat dalam pengendalian tekanan darah. Magnesium berperan penting dalam pemeliharaan jaringan gigi, tulang dan otot, mengatur suhu tubuh, produksi dan transportasi energi, metabolisme lemak, protein dan karbohidrat, kontraksi dan relaksasi otot.

Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang dan gigi, sebagian lain di dalam darah dan otot. Jika Anda tidak memiliki cukup magnesium dalam darah, tubuh Anda akan mengambilnya dari tulang Anda, yang pada gilirannya juga dapat menyebabkan tulang keropos.

Sumber magnesium: susu, sayur-sayuran berdaun hijau, alpukat , pisang, coklat, produk kedelai seperti tempe atau tahu, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Besi

Disimpan dalam hemoglobin (sel darah merah), zat besi membawa oksigen ke sel-sel tubuh dan membawa karbon dioksida keluar tubuh, mendukung fungsi otot, enzim, protein dan metabolisme energi. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, kelelahan, kelemahan, sakit kepala dan apatis.

Ada dua jenis zat besi dalam makanan: besi heme mudah diserap tubuh dan ditemukan dalam daging, unggas dan ikan. Besi non-heme lebih sulit diserap tubuh dan terdapat dalam tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, brokoli, bayam dan kangkung. Tubuh Anda dapat menyerap 20-40 persen besi dari sumber hewani dan 5-20 persen besi dari sumber nabati. Anda perlu makan lebih banyak sayuran untuk mendapatkan zat besi yang Anda butuhkan. Penyerapan zat besi akan meningkat jika diimbangi dengan konsumsi vitamin C.

Zinc (seng)

Zinc terdapat di semua sel tubuh Anda, terutama di kulit, kuku, rambut dan mata. Jika Anda pria, Anda juga menyimpan zinc di prostat Anda. Zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, produksi protein, insulin dan sperma, membantu dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan alkohol, berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida, mempercepat penyembuhan, pertumbuhan, perawatan jaringan tubuh, dan mendukung indera seperti penciuman dan perasa.

Kekurangan zinc menyebabkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, penyembuhan lambat, rambut rontok, libido seks rendah, kehilangan rasa dan bau dan kesulitan beradaptasi dengan cahaya malam.

Sumber zinc: air, makanan berprotein tinggi seperti daging sapi, kambing, dan unggas, kerang, kepiting, lobster, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Selenium

Kita membutuhkan selenium dalam jumlah kecil tetapi teratur untuk kesehatan liver (hati). Selenium banyak ditemukan dalam tanah, sehingga jumlah yang ditemukan dalam sayuran dan buah tergantung pada tempat penanaman dan metode pertanian yang digunakan. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah yang terlalu sering diolah akan memiliki selenium yang rendah.

Sumber selenium: daging, ikan dan kacang-kacangan, susu dan produk susu, telur, susu ayam, bawang putih, bawang merah dan sayuran hijau.

Kalium, Natrium dan Klorida

Kalium (sering disebut juga potasium), natrium (sodium) dan klorida adalah mineral yang larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Mereka terpecah menjadi ion-ion . Ketiga mineral tersebut membuat cairan dalam tubuh Anda tetap konstan dan tidak berfluktuasi. Mereka juga berperan penting dalam transportasi glukosa ke dalam sel dan pembuangan limbah, tekanan darah, transmisi impuls saraf, irama jantung dan fungsi otot.
Kekurangan mineral-mineral ini menyebabkan mengantuk, kecemasan, mual, kelemahan, dan detak jantung tidak teratur.

Sumber: hampir semua makanan kecuali minyak, lemak dan gula, tetapi dapat rusak/hilang jika makanan dimasak.

Mineral lainnya

Selain mineral-mineral di atas, mineral lain yang dibutuhkan tubuh Anda adalah boron, kromium, tembaga, flor, yodium, mangan, molibdenum, nikel, silikon, timbal, dan vanadium. Selain itu, Anda juga membutuhkan dosis yang sangat kecil dari lithium dan aluminium. Tidak ada yang tahu mengapa Anda membutuhkan mineral-mineral tersebut dan berapa jumlah yang Anda butuhkan. Hal itu tidak begitu penting karena hampir tidak ada orang yang mengalami kekurangan nutrisi tersebut.



Sumber Majalah Kesehatan

0 komentar

Curigai Makanan yang Tidak Basi-Basi

Seorang ibu rumah tangga membeli jajanan tradisional untuk camilan keluarganya. Karena membeli dalam jumlah banyak makanan itu tidak habis dalam sehari.

Setelah hari ketiga, jajanan itu ternyata tidak juga basi padahal tidak dimasukkan dalam kulkas. Ia pun mulai berpikir kenapa kue-kue basah itu bisa awet hingga berhari-hari?

Ir Chandra Irawan, MSi, pakar kimia pangan dan gizi dari Akademi Kimia Analis Bogor, dalam artikel detikHealth menjelaskan bahwa di Indonesia pada umumnya setiap makanan dapat dengan leluasa beredar dan dijual tanpa harus terlebih dahulu melalui kontrol kualitas dan kontrol keselamatan.

Diduga lebih dari 70 persen makanan tradisonal yang dijual dalam proses produksinya jauh dari persyaratan kesehatan dan keselamatan karena pemakaian bahan pengawet yang tinggi.

Untuk makanan tradisional misalnya, banyak produsen 'nakal' yang sering menambahkan zat aditif atau pengawet tertentu yang berbahaya agar membuat makanan yang dijualnya tampak menarik, tahan lama dan tidak gampang basi.

Beberapa pengawet berbahaya yang sering digunakan untuk makanan tradisional dan jajan anak sekolah antara lain Formalin (pengawet non makanan dan disinfektan), Boraks (pengawet non makanan dan pestisida), Natamysin, Kalium Asetat dan Butil Hidroksi Anisol (BHA).

Bagaimana mengenali makanan yang pakai banyak pengawet?

Ciri-ciri makanan yang ditambahkan pengawet berbahaya :

  • Jajanan tradisional Teksturnya sangat kenyal, berasa tajam seperti sangat gurih, membuat lidah bergetar dan memberi rasa getir. Tidak rusak lebih dari 2 hari pada suhu kamar.
  • Roti Masa kadaluarsa roti menjadi sangat lama dari biasanya. Tampilan roti sangat putih dan teksturnya tidak lembut dan kenyal, tetapi menjadi agak keras sehingga bisa tahan lama.
  • Mie basah Teksturnya kenyal, lebih mengkilat, tidak lengket dan tidak mudah putus. Tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius). Tidak lengket dan lebih mengkilap dibandingkan mie biasa.
  • Bakso Teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan. Tidak rusak lebih dari 2 hari pada suhu kamar dan teksturnya sangat kenyal.
  • Tahu Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar dan bisa bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. Tahu terlampau keras, kenyal namun tidak padat.
  • Kerupuk Teksturnya renyah dan menimbulkan rasa getir.
  • Ikan Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar. Warna insang merah tua tidak cemerlang bukan merah segar dan warna daging putih bersih.
  • Ikan asin Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar. Bersih cerah dan tidak berbau seperti ikan asin. Tidak dihinggapi lalat pada area yang banyak berlalat.
  • Ayam Tidak rusak lebih dari 2 hari pada suhu kamar 25 celsius dan tekstur kencang.

Apa bahayanya?

Pengawet berfungsi untuk membunuh mikroorganisme. Jika dikonsumsi secara berlebihan akan susah disintesis atau degradasi oleh tubuh dan akhirnya terendap. Lama-lama bisa memicu kanker dan sebagainya karena bersifat karsinogen.

Berikut dampak dari penggunaan zat pengawet berbahaya:
  • Formalin Dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa dan sistem saraf pusat.
  • Boraks Dapat menyebabkan gangguan otak, hati, lemak dan ginjal.
  • Natamysin Dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan pada kulit.
  • Kalium Asetat Dapat menyebabkan rusaknya fungsi ginjal.
  • Butil Hidroksi Anisol (BHA) Dapat menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker.


0 komentar

Kenali Ciri-Ciri Cumi yang Dibubuhi Bahan Berbahaya

Pemakaian bahan aditif non pangan kian marak. Bukan hanya untuk makanan olaha tetapi juga untuk bahan segar termasuk seafood segar. Salah satunya adalah cumi-cumi segar yang dicurigai direndam bahan berbahaya. Simak ciri-cirinya!

Cumi-cumi segar yang dijual di pasaran merupakan jenis cumi sero yang pipih dan cumi telur yang lebih gendut. Cumi merupakan jenis seafood bertulang lunak yang mudah sekali membusuk jika terlalu lama di suhu ruangan.

Mengingat harga cumi-cumi segar yang lumayan mahal Rp.30.000,00 – Rp. 35.000,00 maka pedagang ikan segar tak mau mengambil resiko untuk rugi. Jalan pintas yang banyak dilakukan adalah menambahkan bahan pengawet berupa formalin, borax dan dterjen. Bahan pengawet yang dipakai tergolong berbahaya karena tidak diperuntukan untuk dikonsumi manusia.

Pada tanggal 12 Agustus 2010 Pemerintah propinsi DKI Jakarta juga sudah menemukan cumi berformalin saat sidak di Sunter Jakarta Utara. Dalam jangka panjang pemakaian bahan berbahaya bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Mulai dari gangguan fungsi ginjal, hati hingga kanker.

Ciri-ciri cumi-cumi yang diawetkan dengan bahan berbahaya:

  • Warna kulit luarnya ungu tua dan beberapa bagian kulit robek akibat direndam dan diaduk-aduk berulang.
  • Dagingnya lembek, berair dengan kepala cumi hampir terlepas.
  • Tidak mengeluarkan banyak tinta cumi.
  • Aromanya tidka anyir dan nyaris tak dihinggapi lalat.
  • Umumnya direndam es batu atau air es dalam jumlah banyak sehingga berair.
Cumi-cumi segar memiliki ciri-ciri:
  • Warna kulit luar cumi putih bening dan masih lekat di seluruh badan cumi.
  • Dagingnya lumayan kenyal, kepalanya masih menyatu, mata cumi bening.
  • Jika leher cumi ditarik kantung tinta masih utuh dan mengeluarkan tinta cukup banyak.
  • Aromanya segar seperti laut, anyir segar khas ikan.
  • Tidak direndam air tetapi ditaruh dalam wadah dalam keadaan basah dan segar.
Hal yang penting diingat saat membeli cumi-cumi segar
  • Belilah pada tukang ikan langganan sehingga sudah anda ketahui mutu jualannya.
  • Biasakan untuk mengendus aroma cumi dan seafood sebelum mengolah.
  • Bersihkan segera cumi setelah sampai di rumah dan simpan segera dalam kulkas atau freezer karena ikan laut ini mudah sekali rusak dalam suhu ruangan.
0 komentar

Teliti 7 Hal Ini Saat Baca Label Makanan

Masalah keamanan pangan menjadi persoalan yang tak pernah ada ujung pangkalnya. Pencemaran bahan biologis dan kimia yang berbahaya ke dalam pangan dapat terjadi baik karena disengaja atau tidak disengaja.

Masalah utama keamanan pangan di Indonesia disebabkan karena cemaran mikroba, cemaran kimiawi, penyalahgunaan bahan berbahaya dan penggunaan bahan tambahan pangan berlebih.

Meski begitu, permasalahan pangan sebetulnya bisa ditanggulangi dengan cara sederahana. Salah satunya adalah membiasakan diri memeriksa dan membaca label pangan secara teliti sebelum membeli. Dalam hal ini, konsumen selaku penikmat jasa diharapkan dapat kritis dan melindungi dirinya dari kontaminasi bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam setiap produk makanan.

Berikut ini adalah 7 hal yang harus diperhatikan ketika membaca label produk pangan.
  
1. Nama pangan olahan
Nama pangan olahan terdiri dari nama jenis dan nama dagang. Nama jenis adalah pernyataan atau keterangan identitas mengenai pangan olahan. Nama dagang adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan peredaran pangan.

2. Berat bersih atau isi bersihBerat bersih atau isi bersih adalah pernyataan pada label yang memberikan keterangan mengenai kuantitias atau jumlah pangan olahan yang terdapat di dalam kemasan.

3. Nama dan alamat produsen atau distributor
Untuk pangan olahan dalam negeri, terdapat nama dan alamat produsen pangan olahan di wilayah Indonesia. Untuk pangan olahan dari luar negeri, tercantum nama dan alamat pihak produsen di luar negeri serta nama distributor/importir.

4. Daftar bahan yang digunakan atau komposisi
Keterangan komposisi atau daftar bahan yang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan dicantumkan pada label secara lengkap dan berurutan mulai dari jumlah terbanyak.

5. Nomor pendaftaran pangan
Nomor pendaftaran yang dikeluarkan Badan POM RI yaitu: BPOM RI MD (pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri) dan BPOM RI ML (pangan olahan dari luar negeri). Nomor pendaftarannya terdiri atas 12 digit angka. Sementara jika izin diberikan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota nomor pendaftaran berupa P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

6. Keterangan kedaluarsa
Ini merupakan batas akhir suatu pangan olahan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen. Keterangan kadaluarsa dicantumkan pada label dengan didahului tulisan "Baik digunakan sebelum".

7. Kode produksi
Ini adalah kode yang dapat memberikan penjelasan tentang riwayat proses produksi pangan olahan yang diproduksi pada kondisi dan waktu yang sama. Kode produksi dapat disertai dengan atau berupa tanggal produksi (tanggal, bulan, tahun).

Selain tujuh informasi tersebut, informasi lain yang perlu diperhatikan adalah:
  • Keterangan kandungan gizi Keterangan ini dinyatakan sebagai informasi atau klaim nilai gizi. Dengan keterangan ini, calon konsumen dapat menyesuaikan kebutuhan gizinya.
  • Pangan halal Tulisan "Halal" hanya dapat dicantumkan pada pangan olahan yang mempunyai sertifikat "Halal" dari lembaga yang berwenang di Indonesia dan mendapat persetujuan pencantuman tulisan "Halal" dari Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM.
  • Keterangan petunjuk penyimpanan Pangan olahan dalam kemasan yang tidak mungkin dikonsumsi dalam satu kali makan harus mencantumkan cara penyimpanan setelah kemasan dibuka.
  • Peringatan Label pangan tertentu harus mencantumkan tulisan atau peringatan. Misalnya pada pangan olahan yang mencantumkan babi harus mencantumkan "Mengandung Babi" atau produk susu kental manis mencantumkan "Perhatian: Tidak Cocok Untuk Bayi".
0 komentar

Kenapa Air Kelapa Mudah Berbau?

Mengapa air kelapa mudah berbau jika dibiarkan di suhu ruang dalam waktu yang lama?

Air kelapa memiliki tingkat keasaman yang rendah, dan mengandung nutrisi lengkap untuk pertumbuhan bakteri, terutama bakteri asam laktat. Makanya, produk ini tidak tahan lama jika dibiarkan disuhu ruang.

Jika belum ingin dikonsumsi, lebih baik biarkan air kelapa tetap di dalam buah segarnya, atau simpan di dalam lemari pendingin (refrigerator). Perlu diketahui, suhu dingin juga hanya membuat air kelapa bisa bertahan selama 1 hari.
0 komentar

Agar Sayur Tidak Langu


Niat hati ingin membuat masakan yang segar dan terlihat sedap, apa daya hasilnya malah terlihat layu dan beraroma langu. Apa yang menyebabkan sayuran hijau, seperti bokcoy, sering beraroma langu setelah dimasak? Bagaimana cara menghilangkannya?

Aroma langu pada sayuran sering terjadi pada sayuran hijau seperti bokcoy atau sawi hijau. Hal ini dikarenakan sayuran hijau mengandung enzim lipoksidase yang bila proses pemasakannya tidak sempurna dapat menimbulkan aroma langu yang kurang enak. Aroma tersebut dapat dikurangi dengan cara merebus sayuran dengan garam, atau merendam sayuran di dalam air es, sesaat sebelum sayuran dimasak.
0 komentar

Suplemen Kalsium Meningkatkan Risiko Serangan Jantung


Suplemen kalsium yang dianjurkan oleh banyak dokter untuk menjaga kesehatan tulang para lanjut usia, terutama perempuan pascamenopause, tampaknya dapat meningkatkan risiko infark miokard (IM). Itulah kesimpulan studi oleh tim peneliti Swiss- Jerman baru-baru ini.

Dikenal oleh umum sebagai serangan jantung , infark miokard terjadi ketika sekelompok otot jantung mati karena penyumbatan mendadak dari arteri koroner. Hal ini biasanya disertai dengan nyeri dada luar biasa dan sejumlah kerusakan jantung.
Untuk studi mereka, para peneliti menganalisis data dari hampir 24.000 orang yang berusia antara 35 dan 64 tahun. Para peserta dipilih yang tidak pernah terdiagnosis infark miokard, stroke, atau stroke ringan. Selama dua belas bulan, para peserta secara teratur memberikan informasi tentang apa yang mereka makan dan apakah mereka mengambil suplemen vitamin atau mineral. Para ilmuwan kemudian mengumpulkan data kesehatan mereka selama rata- rata sebelas tahun. Setelah masa tindak lanjut sebelas tahun tersebut, terdapat 354 kasus IM, 260 kasus stroke dan 267 kasus kematian penyakit kardiovaskuler.
Meskipun asupan kalsium moderat dari makanan menurunkan risiko serangan jantung, asupan dari suplemen justru meningkatkannya. Mereka yang mengambil jumlah kalsium rata-rata (820 miligram per hari) dari makanan memiliki risiko 31 persen lebih rendah terkena serangan jantung. Namun, pada asupan harian kalsium dari makanan sebanyak 1.100 miligram atau lebih, tidak ada penurunan risiko serangan jantung. Ketika para peneliti membandingkan peserta yang mengonsumsi suplemen kalsium dengan yang tidak, peluang serangan jantung meningkat. Siapa pun yang mengambil suplemen kalsium memiliki peningkatan risiko 100 persen.
Peningkatan risiko tersebut tampaknya berasal dari kenaikan tiba-tiba kalsium serum (kalsium dalam darah). Pada makanan, kalsium didistribusikan ke tubuh sepanjang hari dan dilepaskan dalam dosis kecil sehingga jauh lebih lambat diserap. Namun, suplemen kalsium memberikan lonjakan jangka pendek, yang jelas dapat berdampak merugikan pada tubuh.
“Mengambil kalsium dalam satu atau dua dosis per hari tidak sesuai dengan proses penyerapan alami tubuh sehingga menyebabkan proses metabolism yang tidak sama dengan kalsium diet,” kata Sabine Rohrmann dari Universitas Zurich.
Oleh karena itu dianjurkan agar mewaspadai suplemen kalsium dan lebih memilih untuk memastikan kecukupan kalsium dari makanan sehari-hari.


Sumber : Majalah kesehatan

0 komentar

Bleng, Biasa Dipakai untuk Kerupuk. Apa sebenarnya bleng itu?

Industri kerupuk banyak memakai bleng. Bahan kimia ini dipakai untuk mengembangkan dan mengenyalkan adonan. Sebenarnya bahan ini tidak boleh digunakan untuk makanan. Apa sebenarnya bleng itu?

Bleng (natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat) adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi. Bentuknya panjang dan berwarna agak kuning. Zat ini adalah bentuk tidak murni dari asam borat, sementara bentuk murninya banyak dikenal dengan nama boraks.

Di Indonesia, bleng sudah diproduksi sejak tahun 1700 dalam bentuk air bleng. Cairan ini biasanya dihasilkan dari ladang garam atau kawah lumpur. Penggunaan bleng dalam makanan bertujuan untuk memberikan aroma dan rasa khas di samping mengenyalkan dan membuat adonan mengembang. Tekstur dan rupa makanan menjadi bagus. Bleng membuat kerupuk gendar/karak/puli mekar saat digoreng dan terasa renyah. Zat ini juga berperan sebagai pengawet dan pengeras mie, lontong, ketupat, bakso, kecap, cenil, lupis, dan sosis.

Boraks atau bleng hanya diperbolehkan dalam makanan dengan batas maksimal 1 gram per 1 kilogram atau 1:1000. Zat ini akan menumpuk dalam tubuh seiring seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung boraks atau bleng. Dosis berlebihan akan menyebabkan demam, kerusakan ginjal, hingga kematian.

Bagaimana cara mengenali makanan yang mengandung bleng/boraks? Menurut Matoa.org, inilah ciri-cirinya:
  • Kerupuk: renyah dan terasa getir
    Bakso: sangat kenyal, warna cenderung putih, tidak cokelat seperti warna daging.
  • Mie basah: kenyal, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak mudah putus.
  • Lontong: sangat kenyal, terasa tajam, sangat gurih, terasa getir
Sebenarnya ada pengganti bleng/boraks yang aman dipakai dan memberikan efek sama. Air abu yang berasal dari pembakaran merang (tangkai bulir pagi) dan klaras (daun pisang kering) dapat digunakan sebagai pengenyal dan pengawet alami.

Bahan lainnya yang juga aman adalah air kapur sirih dan sodium tripolyphosphate (STPP atau E451). Penggunaan STPP memiliki beberapa kelebihan dibanding bleng. Selain aman dikonsumsi, harganya pun lebih murah. Hanya butuh sedikit STPP untuk membuat adonan mengembang dan kenyal agar makanan lebih renyah dan enak.

0 komentar

Minum Delapan Gelas Sehari Cuma Mitos

Keharusan minum delapan gelas air putih sehari agar bisa mengurangi berat badan dan tetap sehat adalah mitos. Demikian pendapat seorang dosen La Trobe University di Melbourne, Australia.

Di Australia, memang direkomendasikan agar setiap hari seorang pria dewasa minum 3,4 liter air putih, sedangkan wanita 2,8 liter. Namun, tidak semuanya harus air putih.

Menurut Spero Tsindos dari La Trobe University, kebutuhan air bagi tubuh manusia bisa didapat dari buah-buahan, sayuran, jus, dan bahkan dari minum teh dan kopi. "Bila Anda haus, maka minum apa saja. Tidak harus air putih," kata Tsindos seperti dikutip berbagai media Australia, Rabu (6/6/2012).

"Saya juga tidak mengatakan Anda tidak harus minum air putih. Namun, keperluan minum air putih 2 liter secara teratur tidak memiliki dasar sama sekali, alias mitos belaka."

"Kita harus mengatakan kepada masyarakat awam bahwa teh dan kopi juga menjadi bagian dari kebutuhan cairan tubuh seseorang, dan meskipun ada kandungan kafein, teh dan kopi tidak membuat dehidrasi." tambah Tsindos.

Ia juga mengatakan, minum air putih sekaligus dalam jumlah banyak juga tidak ada gunanya karena akan keluar lagi sebagai air kencing. Minum air putih sebagai bagian dari diet untuk mengurangi berat badan juga tidak ada gunanya bila tidak disertai dengan latihan fisik ataupun diet rendah kalori.

"Dan, semakin banyak bukti menunjukkan air putih dan diet yang seimbang lebih berguna dibandingkan sekadar minum air putih saja," tulis Tsindos dalam Jurnal Kesehatan Publik Australian dan Selandia Baru.

"Air putih penting bagi kesehatan, tetapi rekomendasi delapan gelas sehari tidaklah memiliki dasar ilmiah yang jelas," kata Tsindos.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, pakem delapan gelas air sehari ini tampaknya berasal dari petunjuk yang diterbitkan di Amerika Serikat pertama kalinya pada tahun 1945. Akademi Sains Australia sendiri merekomendasikan agar setiap orang minum 2,5 liter air sehari.

0 komentar

Mengapa Anda bersin, batuk, cegukan, mendengkur, dan menguap?


Bersin, batuk, cegukan, mendengkur, atau menguap pasti pernah Anda alami. Ketika di daerah berdebu, Anda akan bersin. Lalu ketika menghirup sesuatu yang membuat napas sesak, Anda akan batuk. Kadang Anda juga mengalami cegukan yang berbunyi 'hik'. Mendengkur atau mengorok juga bisa jadi dialami siapapun. Satu lagi yaitu ketika mengantuk, Anda menguap.

Kegiatan itu sering terjadi di luar kemauan dan merupakan proses alami. Mengapa hal itu bisa terjadi? Secara ilmiah, hal tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut.


Bersin

Bersin merupakan aliran udara yang hebat melalui mulut dan hidung. Ini terjadi di luar kemauan. Biasanya bersin terjadi karena ada partikel pengganggu dalam hidung Anda.

Ujung-ujung saraf di dalam hidung merangsang Anda bersin untuk menyingkirkan
partikel-partikel tersebut.
Penyebab lain adalah udara dingin atau sakit flu. Pada saat sakit flu, banyak partikel asing di dalam hidung Anda sehingga memaksa hidung merangsang bersin.

Yang perlu Anda tahu tentang bersin yaitu kecepatan udara saat Anda bersin mencapai 166 kilometer per jam. Lalu saat bersih Anda akan mengeluarkan sampai 100.000 butiran kecil lendir dan mikro organisme. Itu sebabnya, saat bersin sebaiknya Anda menutupi hidung dan mulut Anda karena dapat membahayakan orang lain.

Batuk

Sama seperti bersin, ketika Anda batuk bertujuan untuk mengusir zat berbahaya dalam tubuh Anda. Jika bersin terjadi karena ada partikel asing di hidung, maka batuk terjadi karena ada partikel atau zat asing di dalam paru-paru atau tenggorokan. Tujuannya untuk membersihkan paru-paru dari zat yang berbahaya saat saluran pernapasan mulai terganggu. Batuk dapat pula menjadi upaya yang disengaja untuk membersihkan tenggorokan. Batuk juga bisa menyebarkan kuman yang menyebabkan penyakit. Karena itu, sebaiknya ketika batuk, Anda menutupi mulut Anda.

Cegukan

Cegukan terjadi di luar kemauan atau tidak dapat dikontrol. Cegukan merupakan pengambilan udara secara mendadak yang disebabkan karena kontraksi diafragma secara tidak teratur. Penyebabnya karena gangguan organ-organ tubuh dekat diafragma. Kejang ini menarik udara dari paru-paru melalui laring, membentur epiglotis, menyebabkan pita suara bergetar. Oleh karena itu, akan menimbulkan suara ’hik’ saat Anda cegukan.

Mendengkur
Saat tidur, beberapa orang mendengkur atau mengorok. Suara kasar saat Anda tidur ini biasanya disebabkan karena bernapas melalui mulut. Jaringan lembut pada langit-langit mulut dekat tenggorokan bergetar karena udara melewatinya saat Anda bernapas melalui mulut. Selain itu, bibir, pipi, dan lubang hidung Anda juga ikut bergetar. Posisi yang umum menyebabkan mendengkur adalah tidur terlentang. Hal ini karena mulut cenderung menganga dan lidah menghalangi saluran pernapasan. Salah satu solusinya adalah dengan mencoba tidur miring.

Menguap

Saat mengantuk, Anda akan menguap. Mengapa Anda menguap? Karena paru-paru Anda kurang mendapat oksigen. Dengan mengambil nafas dalam-dalam di luar kemauan terjadi sebagai respon alami akibat tertutupnya paru-paru oleh karbondioksida atau kekurangan oksigen.

Yang juga menarik, yaitu menguap diduga sebagai kebiasaan menular. Jika Anda melihat atau mendengar orang lain menguap, yang sering terjadi adalah Anda ikut-ikutan menguap. Fenomena ini masih menjadi misteri bagi banyak ilmuwan.

Kumpulan info
0 komentar

Sekam Turunkan Tingkat Kematian Akibat Diabetes


Jika kita menemukan banyak sekam atau kulit padi, gandum atau biji-bijian lainnya saat kita makan, pasti kita akan kesal. Padahal kulit yang keras itu amat bermanfaat bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang mengidap diabetes.

Sebuah studi menyebutkan bahwa wanita yang mengidap diabetes yang mengonsumsi makanan yang banyak mengandung sekam, akan mengalami penurunan tingkat kematian secara signifikan akibat penyakit yang dideritanya.

Banyak studi sebelumnya yang menemukan efek perlindungan dari sekam ini dalam masyarakat umum," kata Dr. Lu Qi, asistan profesor gizi di Harvard School of Public Health dan juga ketua tim penulis hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation.

Menurut Lu, studi itu adalah yang pertama yang menganalisis pasien diabetes, dan studi ini memberikan bukti langsung bahwa biji-bijian utuh, terutama sekamnya, dapat mengurangi angka kematian total dan kematian akibat penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes.

Apa alasannya? Sekam atau kulit luar dari biji-bijian yang kaya serat itu, seperti gandum atau haver, bagus untuk pencernaan. Tapi, seringkali kulit ini hilang saat pengolahan.

Meski laporan studi ini yang menggunakan data dari Nurses Health Study ini hanya melibatkan wanita, tapi tak tertutup kemungkinan manfaat dari sekam ini juga dapat dinikmati oleh kaum pria yang mengidap diabetes.  

Studi terbaru itu mengamati 7.822 wanita yang didiagnosis diabetes tipe 2, yaitu jenis diabetes yang umumnya terjadi pada kalangan lanjut usia ketika kemampuan tubuh untuk melakukan metabolisme gula darah sudah semakin menurun. 

Dalam pemantauan selama 26 tahun, wanita yang banyak mengonsumsi biji-bijian utuh, termasuk sekam dan serat, memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular lebih rendah 35%. Penyakit itu meliputi serangan jantung dan stroke. Mereka juga memiliki risiko lebih rendah 28% mengalami kematian akibat berbagai penyakit dibandingkan wanita yang tak banyak mengonsumsi biji-bijian utuh. 

Hasil studi yang lebih fokus pada asupan sekam sebagai faktor pelindung itu menyebutkan, wanita yang paling banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak dedak atau sekam dari biji-bijian utuh itu memiliki risiko kematian akibat semua penyakit lebih rendah 55% dan 64% lebih rendah untuk risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan tanpa sekam.

Biji-bijian utuh sepertinya dapat menurunkan peradangan dan meningkatkan fungsi endothelium, lapisan tipis dari sel yang berada di dalam pembuluh darah dan berperan penting dalam mengatur tekanan darah.  
Tetapi, para penderita diabetes juga harus mengurangi asupan karbohidrat, dan sebagai gantinya adalah produk susu rendah lemak, buah-buahan dan sayuran.

Sumber Majalah kesehatan
0 komentar

Cara Cerdas Menyikapi Kolesterol


Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Selain itu, lemak khususnya kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh.

Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan dari junkfood.

Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Cara cerdas menyikapi kolesterol adalah dengan mengubah pola hidup. Lakukan pola hidup sehat yang terdiri dari 4S yaitu makan sehat, berpikir sehat, istirahat sehat dan aktivitas sehat.

Makan sehat dapat diartikan dengan menghindari makanan yang tinggi lemak dan sumber kolesterol, hindari alkohol dan konsumsi gula yang berlebihan. Makanlah makanan tinggi serat, gunakan minyak mufa (mono-unsaturated fatty acid) dan pufa (poly-unsaturated fatty acid), suplementasi minyak ikan, vitamin antioksidan dan pertahankan berat badan ideal.

Minyak atau lemak nabati (lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan) dapat dikonsumsi asal tidak berlebihan, sebab lemak nabati tidak mengandung kolesterol dan sedikit kadar lemak jenuhnya (saturated fat).

Senyawa lemak yang banyak terdapat dalam lemak nabati adalah lemak tak jenuh (unsaturated fat) yang tidak menaikkan kadar kolesterol darah, bahkan menurut beberapa laporan penelitian dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.

Makan lemak yang baik seperti asam lemak omega-3, omega-6 dan omega-9. Asam lemak omega-3 terdapat pada ikan laut dalam seperti ikan salmon, ikan tuna, asam lemak omega-6 terdapat pada minyak jagung dan minyak kedelai, sedangkan asam lemak omega-9 terdapat pada alpukat, minyak zaitun dan canola oil. Tapi minyak tersebut bukan untuk menggoreng. Banyak orang keliru dengan dibuat menggoreng. Padahal jika digoreng akan menjadi lemak yang jelek. Jadi sebaiknya diminum atau sebagai dressing salad.

Faktor yang berperan membantu terjadinya aterosklerosis adalah radikal bebas. Tapi jangan khawatir, radikal bebas dapat ditangkal dengan antioksidan yang banyak terkandung dalam buah-buahan seperti jeruk, strawberry dan anggur, juga sayuran terutama yang berwarna merah seperti tomat dan wortel.

Dalam berpikir sehat, diperlukan pengelolaan stress dengan baik. Jika anda hidup dan bekerja di kota besar, bisa dipastikan sangat sukar untuk bebas stress. Namun, Anda bisa mengelola stress Anda dengan baik, sehingga justru dapat memacu kreativitas dan semangat Anda. Akhirnya peningkatan derajat kehidupan dan kesehatan Anda.

Berolah-raga secara teratur sudah dibuktikan pula dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Olahraga membantu membakar kolesterol/lemak dalam tubuh menjadi energi.

Sumber: Medicastore
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dietetics Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger