Featured Post Today
print this page
Latest Post

Kenali Diet & Pengaruhnya bagi Kesehatan

DIET mungkin menjaga tubuh Anda tetap ramping dan sehat, tetapi dampaknya tidak berhenti di situ. Faktanya Diet yang salah bisa membuat kesehatan Anda jadi terabaikan

Berikut jenis, manfaat dan pengaruh diet bagi kesehatan Anda

Diet Mediterania

Ikan, sayuran hijau, minyak zaitun, dan buah adalah makanan utama dari diet jantung sehat. Tetapi manfaat tidak berakhir di sana, diet Mediterania juga dapat melindungi terhadap melanoma, bentuk kanker kulit paling mematikan. Sebuah studi di Italia menunjukkan, asam lemak omega-3 dalam ikan membantu menjaga kulit-sel membran agar kuat dan elastis.

Antioksidan dalam sayuran hijau dan minyak zaitun dapat melindungi terhadap sinar ultraviolet dan serangan lingkungan lain yang dapat memecah kolagen dan elastin, dukungan struktural seperti ini yang menjaga kulit tetap montok dan mulus.

Minyak zaitun, tomat, dan anggur merah juga memiliki antioksidan yang membantu memblokir reaksi kimia yang menyebabkan kerusakan akibat sinar matahari, papar Dr. Leslie Baumann, CEO dari Kosmetik Baumann dan Research Institute di Miami Beach, Florida.

Anggur merah mengandung resveratrol, antioksidan yang bagus untuk kulit, tapi jika berlebihan dapat membuat dehidrasi, dan meninggalkan kulit kering. Terlalu banyak alkohol juga dapat menghasilkan radikal bebas, yang dapat memecah kolagen, yang menyebabkan kerutan.

Vegetarian/vegan

Vegetarian adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan, tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.

Diet vegetarian telah menunjukkan efek menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, dan mencegah terjadinya hipertensi pada orang normal. Penelitian juga menunjukkan wanita vegetarian yang telah memasuki menopause akan berkurang resiko penyakit jantung, kanker endometrium dan kanker payudara dibanding wanita dengan diet normal.

Namun, terdapat beberapa bahaya dari vegetarian yaitu: defisiensi vitamin B12 dan vitamin D yang umumnya berasal dari sumber hewani. Defisiensi zat besi dan Omega-3, sehingga para vegan lebih rentan anemia. serta kelebihan kadar garam yang sering ditemukan pada makanan pengganti daging.

Diet Atkins

Diet Atkins merupakan diet rendah karbohidrat tinggi protein yang paling populer. Diet ini dapat cepat menurunkan berat badan karena lebih banyak membakar kalori, dan menjadikan lebih cepat kenyang sehingga menekan nafsu makan. Diet rendah karbohidrat menyebabkan masalah pada metabolisme tubuh, kerena tubuh akan membakar lemak untuk diubah menjadi energi.

Sumber protein diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan dan kekebalan untuk melawan infeksi. Namun, mengkonsumsi terlalu banyak protein dapat memberikan tekanan pada ginjal, yang menyababkan rentan terhadap penyakit ginjal. Makanan berprotein tinggi berkaitan erat dengan tinggi lemak dan kolesterol, kadar kolesterol yang tinggi dalam darah meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kanker. Protein tinggi juga menyebabkan hilang

Rendah lemak

Mengurangi lemak jenuh pada daging baik untuk jantung dan menjaga ukuran pinggang. Diet rendah lemak hewan juga baik untuk mengatasi radikal bebas terhadap kulit.

Namun, kulit juga membutuhkan lemak, khususnya lemak baik yang ditemukan dalam kacang-kacangan dan minyak zaitun. Lemak membantu kulit menyerap zat antioksidan dan memperkuat membran sel dan epidermis untuk wajah lebih kenyal.

Tumis sayuran dalam minyak zaitun, menambah kacang ke dalam salad, dan ikan salmon yang kaya omega-3, juga biji rami dan telur bisa dimasukan dalam menu diet. Asam linoleat yang ditemukan di minyak nabati penting untuk memperkuat proteksi kulit, yang menjaga kelembaban dan iritasi dari kulit.

Makanan mentah

Anda boleh memakan apapun asal belum diproses dan dimasak. Sehingga, mau tidak mau pilihan akan jatuh pada buah dan sayuran organik, kacang-kacangan, biji-bijian rumput laut, dan air. Hal ini dapat mempertahankan enzim alami yang membantu pencernaan, energi, dan penurunan berat badan.

Hanya sedikit sumber karbohidrat dan protein yangg dapat dimakan mentah tanpa proses pemasakan. Pilihan makanan yang terbatas menyebabkan tubuh kekurangan beberapa zat gizi.

Diet CarbLovers

Diet ini berupa konsumsi makanan yang disebut Resistant Starch (RS), sejenis karbohidrat yang bertindak seperti serat, bergerak melalui saluran pencernaan tanpa sepenuhnya dicerna, diserap, atau dikonversi menjadi glukosa. Makanan ini dapat meningkatkan metabolisme dan membuat Anda kenyang lebih lama. Hasilnya tubuh menjadi bugar dan kulit yang sehat.

Tapi karena lonjakan gula darah dan insulin, ini dapat menyebabkan produksi minyak meningkat dan pori-pori tersumbat yang memperburuk jerawat. Tapi, CarbLovers juga menyediakan banyak omega-3, asam lemak, antioksidan dan protein pembangun kolagen.

0 komentar

Kontroversi Bahaya Efek Samping MSG


Sejak ditemukan di Jepang tahun 1909 oleh Ajinomoto Corp, monosodium glutamat (MSG) telah berkembang menjadi salah satu zat aditif makanan yang paling populer di seluruh dunia. Selain MSG, ada penyedap rasa lain yang digunakan oleh industri makanan seperti disodium inosinat (IMP) dan disodium guanilat (GMP). Namun MSG-lah yang paling disukai orang karena kemurahan dan keefektifannya dalam menguatkan rasa.

MSG digunakan di seluruh dunia pada hampir semua jenis sayuran, kaldu dan lauk-pauk. MSG juga hadir dalam berbagai makanan olahan seperti daging kalengan dan daging olahan beku, saus tomat, mayones, kecap, sosis, makanan ringan, beberapa produk olahan keju, bumbu mie instan, dll. Penggunaan MSG kadang-kadang “tersembunyi” di balik label makanan dengan nama yang berbeda. Jika Anda melihat “penyedap rasa alami”, “protein hidrolisat” dan “rempah-rempah” dalam label makanan Anda, bukan berarti di dalamnya tidak ada MSG.

Aman menurut Badan Pengawas Makanan

MSG adalah bubuk putih yang cepat larut dalam air atau air liur. Setelah larut, MSG terurai menjadi natrium dan glutamat. Glutamat adalah asam amino nonesensial yang ditemukan di hampir semua protein. Di Amerika Serikat, MSG termasuk dalam daftar bahan makanan yang aman menurut Food and Drug Administration. Komite Ilmiah Uni Eropa juga menilai MSG sebagai zat makanan yang aman. Di Jepang, MSG adalah zat aditif makanan yang boleh digunakan tanpa pembatasan. Di Indonesia sendiri, MSG termasuk bahan makanan yang dianggap aman oleh BPOM.

“Micin atau penyedap rasa, atau MSG, aman dikonsumsi masyarakat. Asosiasi pangan dunia juga telah menguji kalau efek negatif yang selama ini digembar-gemborkan ke masyarakat tentang penggunaan micin tidak terbukti,” kata Kepala BPOM Pusat, Husniah Rubiana Thamrin, dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (25/5/2009).

Tidak Aman Menurut Russell Blaylock

Namun, menurut Russell Blaylock, penulis buku Excitotoxins – The Taste That Kills, MSG adalah excitotoxin yaitu zat kimia yang merangsang dan dapat mematikan sel-sel otak. Blaylock menyatakan bahwa MSG dapat memperburuk gangguan saraf degeneratif seperti alzheimer, penyakit Parkinson, autisme serta ADD (attention deficit disorder).

MSG juga meningkatkan risiko dan kecepatan pertumbuhan sel-sel kanker. Ketika konsumsi glutamat ditingkatkan, kanker tumbuh dengan cepat, dan kemudian ketika glutamat diblokir, secara dramatis pertumbuhan kanker melambat. Para peneliti telah melakukan beberapa eksperimen di mana mereka menggunakan pemblokir glutamat  yang dikombinasi dengan pengobatan konvensional, seperti kemoterapi, dan hasilnya sangat baik. Pemblokiran glutamat secara signifikan meningkatkan efektivitas obat-obat anti kanker.

Berikut adalah beberapa efek samping dan gangguan spesifik yang berhubungan dengan MSG menurut Blaylock :
Kejang
Mual
Alergi
Ruam
Serangan asma
Sakit kepala
Mulut terasa kering
Hilang ingatan

Reaksi terhadap MSG dapat terjadi kapan saja, dari mulai segera setelah mengkonsumsi MSG sampai beberapa hari kemudian. Anak-anak lebih rentan terhadap efek negatifnya dibandingkan orang dewasa.

Bagaimana Sebaiknya?

Kita sebaiknya menghindari  atau membatasi penggunaan MSG dalam makanan kita. Makanlah makanan dalam bentuknya yang paling alami. Bagaimanapun, tubuh kita tidak diciptakan untuk menyerap dan memanfaatkan zat sintetis buatan manusia. Tubuh kita diciptakan untuk mencerna makanan buatan alam.


Sumber Majalah kesehatan
0 komentar

Mengapa Anda Memiliki Alergi Makanan?

Alergi atau hipersensitivitas adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Makanan yang sering menyebabkan alergi adalah susu sapi, sereal, kacang-kacangan, putih telur, udang dan ikan. Alergi juga dapat disebabkan oleh sulfida atau salisilat dalam makanan dan obat, penyedap masakan, zat pengawet dan pewarna sintetis.

Alergi makanan memengaruhi sekitar 3-10% anak-anak. Pada beberapa bayi, protein tidak dapat dicerna secara optimal karena aktivitas enzim pencernaan belum sepenuhnya berkembang. Selain itu, mereka memiliki permeabilitas mukosa usus untuk makromolekul lebih besar daripada orang dewasa. Akibatnya, protein yang belum dipecah lebih banyak terserap di usus kecil sehingga menimbulkan reaksi alergi.

Pada 80% kasus, alergi makanan menghilang di tahun-tahun awal kehidupan. Hanya 1-2 % orang dewasa yang memiliki alergi (perempuan dua kali lebih banyak dari laki-laki). Alergi terhadap makanan tertentu seperti susu sapi dan putih telur cenderung menghilang ketika anak tumbuh dewasa. Alergi udang, ikan, kerang dan kacang-kacangan cenderung terus berlanjut seumur hidup.

Penyebab

Tubuh kita dilindungi dari infeksi oleh sistem kekebalan tubuh. Kita memproduksi sejenis protein yang disebut antibodi untuk menandai kuman yang menyebabkan infeksi. Ada berbagai jenis antibodi, dan yang menyebabkan reaksi alergi disebut imunoglobulin E (IgE). Antibodi IgE biasanya dihasilkan sebagai respon terhadap infeksi parasit, seperti pada malaria. Namun, beberapa orang memproduksi IgE sebagai respon terhadap makanan tertentu.

Saat pertama kali Anda memakan makanan penyebab alergi, sistem kekebalan tubuh Anda merespon dengan membuat IgE. IgE dalam hal ini bertindak seperti penanda molekul makanan penyebab alergi (alergen). Ketika Anda memakan makanan itu lagi, tubuh akan mengeluarkan antibodi IgE dan bahan kimia lainnya, termasuk histamin, untuk mengusir protein musuh dari tubuh Anda. Histamin adalah bahan kimia kuat yang dapat memengaruhi sistem pernafasan, saluran pencernaan, kulit, atau sistem kardiovaskular. Sebagai akibat respon ini, gejala alergi makanan terjadi.

Gejala yang Anda rasakan tergantung pada bagian tubuh mana histamin dilepaskan. Jika dilepaskan di telinga, hidung, dan tenggorokan, Anda mungkin merasakan hidung dan mulut gatal, atau kesulitan bernapas atau menelan. Jika histamin dilepaskan di kulit, Anda dapat mengembangkan gatal-gatal atau ruam. Jika histamin dilepaskan dalam saluran pencernaan, Anda mungkin akan mengembangkan sakit perut, kram, atau diare. Banyak orang mengalami kombinasi gejala-gejala tersebut.

Kita tidak tahu mengapa beberapa makanan dapat menyebabkan alergi dan yang lainnya tidak, tapi kemungkinannya adalah karena beberapa protein dalam makanan sangat mirip dengan protein yang terdapat dalam virus dan bakteri. Oleh karena itu, alergi biasanya adalah kecenderungan genetik di mana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak mampu membedakan protein makanan dengan virus atau bakteri.

Tentang Syok Anafilaksis

Syok Anafilaksis (anaphylactic shock) adalah reaksi alergi fatal terhadap makanan, obat-obatan (penisilin), lateks alam, atau sengatan serangga. Pada anak-anak, alergen yang paling umum menyebabkan reaksi alergi parah adalah telur, susu dan kacang-kacangan, sedangkan pada orang dewasa, makanan laut seperti kerang dan udang dapat ikut berperan. Selain penurunan drastis tekanan darah, individu yang terkena juga mungkin mengalami gatal-gatal dan mengi akibat penyempitan saluran udara, dan tenggorokan bengkak yang menyebabkan kesulitan bernafas.

Syok ini disebabkan oleh alergen yang masuk ke dalam aliran darah dan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dengan melepaskan histamin dalam jumlah besar dan bahan kimia lainnya, yang kemudian memicu gejala alergi intens. Syok terjadi dengan cepat, biasanya hanya dalam beberapa menit atau jam setelah kontak dengan alergen. Seluruh bagian tubuh terpengaruh. Gejala ini adalah kedaruratan medis. Bila Anda menemukan kerabat yang terkena syok anafilaksis, segera bawa ke rumah sakit atau klinik untuk mendapatkan penanganan.

Gejala

Gejala alergi dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap orang. Makanan berbeda dapat memicu gejala yang berbeda pula. Reaksi terhadap makanan biasanya muncul dalam waktu satu jam setelah makan atau kurang. Berikut adalah beberapa gejala alergi yang mungkin timbul:
Kulit: ruam kulit kemerahan (biduran/urtikaria) yang gatal dan menghilang dalam beberapa hari.
Mata: edema, konjungtivitis alergi
Hidung: hidung meler (rhinitis), bersin
Tubuh: pembengkakan tubuh (angioneurotik edema)
Mulut: radang di mulut, lidah dan langit-langit
Saluran pernapasan: batuk, asma, sesak napas
Saluran pencernaan: diare, muntah, perut kram, keras dan kembung
Sistem: syok anafilaksis (jarang), tekanan darah, gangguan irama jantung, jantung berdebar, sakit kepala, kelelahan

Alergi atau intoleransi makanan?

Perut kembung, otot atau sendi nyeri dan kelelahan juga dapat terjadi setelah seseorang memakan makanan tertentu, tetapi penyebabnya bukan alergi melainkan intoleransi makanan. Intoleransi makanan adalah respon sistem pencernaan bukan respon sistem kekebalan tubuh yang terjadi ketika zat makanan mengganggu sistem pencernaan Anda atau tidak dapat Anda cerna atau urai dengan sempurna. Intoleransi laktosa, yang ditemukan dalam susu dan produk susu, adalah intoleransi makanan yang paling umum.

Penanganan

Setelah mengetahui makanan yang menyebabkan alergi, Anda harus menghindarinya. Namun, terkadang hal ini bisa sulit karena ada bahan tersembunyi seperti zat aditif, kacang, kedelai, protein susu, dll yang mungkin tidak disebutkan dalam kemasan produk. Dalam hal ini, Anda sebaiknya selalu membeli produk dari merek yang sama, yang Anda ketahui tidak menimbulkan alergi. Pada kebanyakan kasus, penggunaan obat antihistamin dapat mengurangi pembengkakan dan gatal-gatal alergi.

Majalah kesehatan
0 komentar

Penderita diabetes boleh puasa tidak ya?


Penderita diabetes boleh puasa tidak ya? Jawabannya, Ya, asalkan mampu menjaga agar kadar gula darah berada dalam keadaan normal dan tubuh tidak lemas.

Orang yang memiliki diabetes harus bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik. Karena saat puasa kadar gula darah akan turun yang menyebabkan insulin berkurang dan hormon yang kerjanya berkebalikan dengan insulin justru meningkat seperti glukagon dan adrenalin yang berfungsi memecah glikogen sehingga memicu pembentukan keton dari hasil pemecahan non-karbohidrat. Untuk itu lakukan kontrol sebelum puasa untuk mengetahui apakah ia boleh melakukan puasa atau tidak.

Ada hal-hal khusus yang harus diingat oleh diabetesi dalam berpuasa. Diabetesi yang tidak dapat mengontrol gula darahnya dengan baik yang ditandai dengan kadar gula darah puasa lebih dari 126 mg/dl atau kadar gula darah dua jam setelah makan 180 mg/dl dianjurkan tidak berpuasa. Begitu juga diabetesi yang sedang hamil atau menyusui atau rentan mengalami hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl) disarankan untuk tidak berpuasa. Diabetesi dengan komplikasi diabetes yang berat seperti dengan penyakit ginjal, penyakit hati atau penyakit jantung harus hati-hati dalam berpuasa.

Anda dapat berpuasa dengan aman bila:

  • Anda telah meminta saran dokter mengenai kondisi kesehatan Anda dan mendapatkan obat-obatan yang sesuai selama berpuasa.
  • Anda dapat mengendalikan diri tidak mengkonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan pada saat berbuka dan sahur.

Anda sebaiknya tidak berpuasa bila:

  • Diabetes Anda tidak terkelola dengan baik.
  • Anda memiliki komplikasi diabetes serius seperti penyakit jantung atau hipertensi.
  • Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Anda memerlukan pengawasan atau perawatan harian (seperti pada lansia atau mereka yang memiliki masalah kesadaran atau pemahaman).
  • Anda sedang sakit dengan kondisi temporer seperti flu dan lainnya yang cukup berat.
  • Anda memiliki riwayat diabetik ketoasidosis (kedaruratan yang terjadi saat gula darah tidak tersedia sebagai sumber tenaga sehingga tubuh senyawa keton sebagai penggantinya)yang ditandai dengan muntah-muntah atau dehidrasi.
  • Rentan pingsan karena hipoglikemik (gula darah sangat rendah) yang ditandai dengan pusing, berkeringat, dan kebingungan
  • Mengalami hiperglikemik (gula darah sangat tinggi).

Beberapa tips berpuasa bagi penderita diabetes

  1. Mintalah saran dokter sebelum dan selama berpuasa, karena mereka mungkin akan mengubah atau mengganti obat yang harus Anda konsumsi.
  2. Untuk memenuhi kebutuhan energi, bisa konsumsi makanan dengan perbandingan 40% energi untuk sahur, 10%-20% untuk berbuka puasa, dan 40% setelah tarawih.
  3. Jangan menghentikan pengobatan, tetapi dosis dan waktunya harus disesuaikan dengan waktu berpuasa.
  4. Usahakan untuk menambah porsi makanan yang lambat dicerna seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah segera setelah berbuka.
  5. Usahakan untuk makan sahur sedekat mungkin dengan waktu imsak/subuh, bukannya di tengah malam. Hal ini akan membuat gula darah lebih terjaga selama masa berpuasa.
  6. Pantaulah kadar gula darah Anda secara ketat, misalnya tiga jam setelah berbuka atau sebelum makan sahur dan di siang hari. Hasil pengukuran dapat menunjukkan bagaimana tubuh Anda beradaptasi terhadap rutinitas baru.
  7. Minumlah banyak air tawar di malam hari. Kurangi konsumsi teh dan kopi karena cenderung merangsang keluarnya air seni sehingga memicu dehidrasi di siang hari.
Bila Anda mengalami gejala kadar gula rendah (hipoglikemi) seperti pusing, berkeringat, gelisah, gemetar, lemah atau bingung, sebaiknya segera berbuka dengan minuman bergula yang diikuti makanan kaya karbohidrat.

Setelah Ramadhan, kunjungi dokter untuk memastikan kadar gula darah Anda terkelola dengan baik dan apakah obat-obatan yang diberikan perlu disesuaikan kembali.

0 komentar

Sekam Turunkan Tingkat Kematian Akibat Diabetes


Jika kita menemukan banyak sekam atau kulit padi, gandum atau biji-bijian lainnya saat kita makan, pasti kita akan kesal. Padahal kulit yang keras itu amat bermanfaat bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang mengidap diabetes.

Sebuah studi menyebutkan bahwa wanita yang mengidap diabetes yang mengonsumsi makanan yang banyak mengandung sekam, akan mengalami penurunan tingkat kematian secara signifikan akibat penyakit yang dideritanya.

Banyak studi sebelumnya yang menemukan efek perlindungan dari sekam ini dalam masyarakat umum," kata Dr. Lu Qi, asistan profesor gizi di Harvard School of Public Health dan juga ketua tim penulis hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation.

Menurut Lu, studi itu adalah yang pertama yang menganalisis pasien diabetes, dan studi ini memberikan bukti langsung bahwa biji-bijian utuh, terutama sekamnya, dapat mengurangi angka kematian total dan kematian akibat penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes.

Apa alasannya? Sekam atau kulit luar dari biji-bijian yang kaya serat itu, seperti gandum atau haver, bagus untuk pencernaan. Tapi, seringkali kulit ini hilang saat pengolahan.

Meski laporan studi ini yang menggunakan data dari Nurses Health Study ini hanya melibatkan wanita, tapi tak tertutup kemungkinan manfaat dari sekam ini juga dapat dinikmati oleh kaum pria yang mengidap diabetes.  

Studi terbaru itu mengamati 7.822 wanita yang didiagnosis diabetes tipe 2, yaitu jenis diabetes yang umumnya terjadi pada kalangan lanjut usia ketika kemampuan tubuh untuk melakukan metabolisme gula darah sudah semakin menurun. 

Dalam pemantauan selama 26 tahun, wanita yang banyak mengonsumsi biji-bijian utuh, termasuk sekam dan serat, memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular lebih rendah 35%. Penyakit itu meliputi serangan jantung dan stroke. Mereka juga memiliki risiko lebih rendah 28% mengalami kematian akibat berbagai penyakit dibandingkan wanita yang tak banyak mengonsumsi biji-bijian utuh. 

Hasil studi yang lebih fokus pada asupan sekam sebagai faktor pelindung itu menyebutkan, wanita yang paling banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak dedak atau sekam dari biji-bijian utuh itu memiliki risiko kematian akibat semua penyakit lebih rendah 55% dan 64% lebih rendah untuk risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan tanpa sekam.

Biji-bijian utuh sepertinya dapat menurunkan peradangan dan meningkatkan fungsi endothelium, lapisan tipis dari sel yang berada di dalam pembuluh darah dan berperan penting dalam mengatur tekanan darah.  
Tetapi, para penderita diabetes juga harus mengurangi asupan karbohidrat, dan sebagai gantinya adalah produk susu rendah lemak, buah-buahan dan sayuran.

Sumber Majalah kesehatan
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dietetics Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger