Featured Post Today
print this page
Latest Post

Kencing tidak normal? Bisa jadi ini sebabnya

Gangguan kencing merupakan tanda penyakit. Jadi jangan remehkan beser atau sering buang air kecil karena bisa saja menandakan kondisi serius mulai dari kanker hingga kerusakan dasar panggul.

Ada banyak penyebab orang mengalami kencing tidak normal. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari MSNHealth.com, Senin (25/4/2011).


Sleep apnea

Henti napas saat tidur atau sleep apnea sering dialami orang-orang dengan masalah kegemukan. Tersumbatnya saluran napas sering tidak disadari meski terjadi hingga ratusan kali dalam semalam, namun tak jarang menyebabkan penderitanya terbangun tengah malam.

Setiap kali bangun dari tidur, biasanya tubuh secara otomatis akan mengirim sinyal ke otak untuk segera pergi ke toilet untuk buang air besar. Penderita sleep apnea sering mengira dirinya bangun karena ingin kencing, padahal sebenarnya karena henti napas.

Diabetes yang tidak terkontrol

Salah satu komplikasi diabetes yang tidak tertangani adalah poliuria, yakni meningkatnya frekuensi buang air kecil. Kadang-kadang peningkatannya tidak terkendali, hanya berupa hasrat untuk pergi ke toilet tapi tidak selalu keluar air kencingnya.

Kekurangan hormon tiroid

Gejala primer hipotiroidisme atau kekurangan tiroid adalah rasa letih yang tidak wajar, sensasi dingin di seluruh tubuh, kulit kering dan rambut rontok. Beser atau sering buang air kecil adalah geala sekunder karena kekurangan tiroid akan memicu gangguan metabolisme.

Gangguan prostat 

Proses penuaan pada pria kadang disertai berbagai gangguan prostat, yang mengurangi kemampuan untuk menahan air kencing. Berbagai gangguan itu antara lain hiperplasia atau pembesaran prostat pada lansia maupun prostatitis atau radang prostat pada pria yang lebih muda.

Infeksi saluran kencing 

Sering buang air kecil dan disertai rasa perih atau panas pada penis merupakan gejala infeksi saluran kencing. Pemberian antibiotik yang sesuai dibutuhkan jika gejala-gejala itu juga disertai demam atau gumpalan darah berupa bercak merah pada urine.

Kegemukan

Pada wanita dan sebagian pria, kelebihan berat badan akan memberi tekanan ekstra pada kandung kemih serta jaringan dasar panggul. Akibatnya, orang gemuk lebih mudah terkencing-kencing saat tertawa, batuk, bersin maupun olahraga.

Interstitial cystitis (radang kronis di saluran kencing)

Beberapa gejala yang mencirikan interstitial cystitis atau bladder pain syndrome antara lain migrain, susah tidur, iritasi usus dan letuh lesu. Karena radang terjadi di saluran kencing, sindrom ini juga disertai rasa perih yang tak tertahanopan saat kencing.

Prolaps organ panggul

Wanita yang terlalu sering melahirkan atau melahirkan di usia terlalu tua rentan mangalami Prolaps Organ Panggul (POP) atau keluarnya dinding vagina disertai organ dalam panggul. Prolaps tidak mematikan, namun sangat mengganggu aktivitas karena memicu inkonsistensi urine (tidak bisa mengontrol kencing) dan inkonsistensi alvi (tidak bisa mengontrol kentut dan buang air besar).

Dehidrasi

Selain menurunnya konsentrasi serta daya ingat, kondisi tubuh yang kekurangan cairan atau dehidrasi bisa dilihat dari kencing. Bukan dari frekuensinya yang meningkat melainkan dari warnanya yang cenderung berwarna kuning pekat atau bahkan coklat.

Kanker

Jenis kanker yang bisa memicu gangguan kencing antara lain kanker prostat, kanker ginjal, kanker pelvis (area di antara ginjal dan kandung kemih) serta kanker uretra atau saluran kencing. Ciri-ciri kencing yang menunjukkan adanya kemungkinan kanker adalah bercak darah pada urine, rasa nyeri maupun peningkatan frekuensi kencing.
0 komentar

Kenapa Air Kelapa Mudah Berbau?

Mengapa air kelapa mudah berbau jika dibiarkan di suhu ruang dalam waktu yang lama?

Air kelapa memiliki tingkat keasaman yang rendah, dan mengandung nutrisi lengkap untuk pertumbuhan bakteri, terutama bakteri asam laktat. Makanya, produk ini tidak tahan lama jika dibiarkan disuhu ruang.

Jika belum ingin dikonsumsi, lebih baik biarkan air kelapa tetap di dalam buah segarnya, atau simpan di dalam lemari pendingin (refrigerator). Perlu diketahui, suhu dingin juga hanya membuat air kelapa bisa bertahan selama 1 hari.
0 komentar

Agar Sayur Tidak Langu


Niat hati ingin membuat masakan yang segar dan terlihat sedap, apa daya hasilnya malah terlihat layu dan beraroma langu. Apa yang menyebabkan sayuran hijau, seperti bokcoy, sering beraroma langu setelah dimasak? Bagaimana cara menghilangkannya?

Aroma langu pada sayuran sering terjadi pada sayuran hijau seperti bokcoy atau sawi hijau. Hal ini dikarenakan sayuran hijau mengandung enzim lipoksidase yang bila proses pemasakannya tidak sempurna dapat menimbulkan aroma langu yang kurang enak. Aroma tersebut dapat dikurangi dengan cara merebus sayuran dengan garam, atau merendam sayuran di dalam air es, sesaat sebelum sayuran dimasak.
0 komentar

Mengolah Udang

Memilih Udang Segar

Cara yang paling mudah untuk memilih udang yang segar adalah dengan membauinya: Udang yang segar menyebarkan aroma yang khas, tidak berbau busuk dan menusuk. Setelah itu perhatikan struktur tubuh udang: Kepala udang yang segar masih melekat seluruhnya pada badannya. Bila dipegang, badan udang terasa keras kenyal, serta kulitnya bening dan berseri. Udang yang sudah membusuk badannya lembek dan warnanya keruh kusam.

 Membersihkan Udang

Sebelum dimasak ataupun disimpan, udang harus dibersihkan. Udang dapat dikuliti terlebih dahulu atau bisa langsung dicuci dan dibersihkan. Menguliti udang yang berukuran besar atau berukuran sedang tidaklah sulit, tetapi yang berukuran kecil tidak mudah. Selain licin, kulitnya pun seakan menempel pada dagingnya.

Supaya mudah mengulitinya, cucilah udang hingga bersih, masukkan ke dalam sebuah wadah, lalu siram dengan air panas secukupnya. Seketika, warna kulit udang pun akan berubah menjadi kemerahan. Setelah itu, buang air panasnya.

Untuk menguliti udang, putuskan terlebih dahulu kepalanya, yaitu tepat di antara batas kepala dan badan. Setelah kepala lepas, kuliti seluruh tubuh udang, mulai ujung dekat kepala hingga ke ekornya. Bila Anda harus menyisakan ekornya, berhentilah menguliti hingga ruas kulit kedua dari ekor. Setelah selesai dikuliti, kerat punggung udang sepanjang badannya dengan kedalaman tak lebih dari setengah centimeter. Akan terlihat seperti ada tali berwarna kehitaman. Keluarkan dan buang tali tersebut, lalu udang dicuci bersih dan siap diolah.

Menyimpan Udang

Udang dapat disimpan langsung setelah dibeli sebelum dikuliti dan dicuci, akan tetapi cara ini kurang disukai karena udang sering tercampur dengan kotoran-kotoran lain yang akan mengganggu aroma dan rasa pada saat dimasak. Oleh karena itu cuci bersih udang, kuliti bila perlu, lalu tiriskan untuk beberapa saat. Setelah itu masukkan ke dalam kantong plastik atau wadah lain yang bersih dan kedap udara, lalu simpan di dalam freezer.

Memasak Udang

Agar udang tetap segar, berwarna cantik, dan tidak anyir/amis, simak tips berikut:
  • Daging udang amat lembut, karena itu, hindari memasak terlalu lama di atas api karena akan membuat daging udang menjadi lembek. Penggorengan yang terlalu lama akan merusak kandungan protein udang dan membuat daging udang menjadi kering dan keras. Pakailah api besar supaya udang cepat matang.
  • Untuk menghilangkan bau amis/anyir pada udang, lumuri udang dengan air jeruk nipis atau air jahe, biarkan beberapa saat sebelum dimasak.
  • Apabila udang hendak direbus, jangan terlalu lama karena menyebabkan cairan tubuh udang yang penuh gizi larut dan protein mengalami kerusakan.
  • Supaya udang rebus tampak cantik kemerah-merahan dan tidak anyir, masukkan beberapa tetes cuka ke dalam air rebusannya.

Memanfaatkan "Limbah" Udang

Setelah udang dikuliti, maka kita akan mendapatkan sejumlah kepala, kulit, dan ekor udang yang menumpuk. Jangan dibuang dulu. Limbah udang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai berikut:
  • Untuk membuat kaldu seafood. Cuci limbah udang lalu rebus dengan air secukupnya. Tunggu hingga mendidih lalu saring. Jadilah kuah kaldu yang segar dengan aroma yang khas untuk sup seafood Anda. 
  • Untuk campuran bakwan atau perkedel. Cuci limbah udang lalu tiriskan. Potong kecil-kecil dengan gunting. Bila jumlahnya cukup banyak, masukkan ke dalam blender atau food processor . Campurkan ke dalam adonan bakwan, perkedel, atau siomay, maka akan mempercantik penampilan masakan Anda tersebut dengan adanya semburat kemerahan khas udang dan menambah sensasi “kres-kres” ketika digigit.
  • Untuk penyedap masakan, pengganti MSG. Kulit udang dibersihkan, dikeringkan, lalu dipanaskan dengan cara dipanggang. Setelah itu dihaluskan hingga lembut, menjadi butiran-butiran halus yang berwarna kuning kecoklatan.
Kulit udang, mengandung protein chitin yang melalui proses hidrolisis lebih lanjut menjadi glukosamin. Glukosamin secara alami terdapat dalam tubuh kita, berperan dalam aktivasi dan proliferasi sel-sel tulang rawan, agar memproduksi kolagen. Glukosamin membantu metabolisme dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tulang dan sendi, membantu penyerapan kalsium, memberi efek seperti pelumas, sehingga penting dalam menjaga kesehatan, kelenturan, atau daya lenting persendian. 

Ternyata kulit udang banyak manfaatnya, bukan? Jadi pikir-pikir lagi yuk kalau mau membuang kulit udang begitu saja. Bagi yang punya alergi terhadap udang (dan bisanya juga alergi terhadap kepiting dan kawan-kawannya), disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengkonsumsi produk olahan yang mengandung kulit udang, karena sumber alergi pada umumnya berasal dari protein kulit udang.
3 komentar

Apa Penyebab Gemuk, Lemak atau Gula

Epidemi obesitas kini mengintai orang di banyak negara. Bahkan, menurut penelitian, orang-orang Inggris sekarang ini memiliki berat badan 24 kilogram lebih gemuk dibandingkan masa 50 tahun lalu. Siapa yang harus disalahkan?

Berbeda dengan kepercayaan banyak orang, sebenarnya tidak banyak perubahan yang terjadi dengan manusia di zaman ini. Kita tidak lebih rakus dalam makanan dan tidak juga lebih malas bergerak. Tetapi, ada satu perubahan menonjol, yakni makanan yang kita asup, dan secara spesifik jumlah gula dalam makanan.

"Secara genetik, manusia belum berubah. Tetapi lingkungan kita, akses kita terhadap makanan murah berubah," kata profesor Jimmy Bell, pakar obesitas dari Imperial College, London.

Ia menjelaskan, setiap hari kita dibombardir oleh industri makanan agar kita makan lebih banyak makanan. "Ada perang antara tubuh kita dan kebutuhan yang dibuat oleh tubuh dengan akses terhadap makanan.  Sebagai ilmuwan, saya merasa kita kalah melawan obesitas," kata Bell.

Gula jagung

Perubahan besar dalam pola makan manusia, menurut Bell, terjadi sejak tahun 1970-an ketika pertanian Amerika Serikat mengenalkan produk massal jagung dan sirup gula jagung yang kerap dipakai sebagai pemanis dalam produk makanan.

Produk pemanis itu mendorong produksi makanan murah miskin gizi, mulai dari biskuit hingga sereal. Pada akhirnya, burger pun dibuat lebih besar dan kentang digoreng dengan minyak lebih banyak sehingga makin berlemak.

Menurut pakar nutrisi Marion Nestle, hal tersebut membuat orang semakin gemuk. "Jumlah kalori yang diproduksi orang di Amerika dua kali dari jumlah yang dibutuhkan tubuh. Tahun 1970-an, kalori yang dikonsumsi 3.200 dan di tahun 1980-an sudah menjadi 3.900 per orang," katanya.

Sirup jagung tinggi fruktosa (high fructose corn syrup/HFCS) adalah pemanis yang diproduksi dari limbah jagung, karena itu harganya murah. Pemanis ini banyak dipakai dalam berbagai makanan, mulai dari pizza, cakes, roti, biskuit, dan banyak lagi.

Pada pertengahan tahun 1980-an, sirup jagung menggeser penggunaan gula dalam produk minuman soda. Dari sisi finansial perusahaan, hal itu lebih menguntungkan karena harga sirup jagung tiga kali lebih murah dari gula dan lebih manis.

Akan tetapi, beberapa pakar menyebutkan, sirup jagung bisa menimbulkan adiksi. Dua dekade kemudian jumlah softdrink yang diasup orang Amerika rata-rata naik dua kali lipat dari 350 kaleng per tahun menjadi 600 kaleng.

Susan Neely dari American Beverages Association menolak anggapan bahwa tingginya konsumsi softdrink sebagai penyebab obesitas di negara Barat. "Bukti menunjukkan bahwa obesitas terjadi karena seseorang mengasup terlalu banyak kalori tanpa olahraga untuk mengimbanginya," katanya.

Sementara itu, Dr Jean-Marc Schwarz dari San Francisco General Hospital mengatakan bahwa jumlah fruktosa yang dikonsumsilah yang membuatnya berbahaya. "Fruktosa memang tidak memiliki efek toksik seperti timah. Ia juga tidak bisa dibandingkan dengan merkuri, tetapi kuantitas yang kita konsumsi yang membuatnya menjadi racun," kata Schwarz.

Di dalam tubuh, fruktosa akan dengan mudah diubah menjadi lemak. Para ilmuwan juga menemukan hal tersebut akan menekan kerja hormon vital yang disebut leptin. Hormon ini bertugas untuk memberitahu otak jika kita sudah kenyang. Jika liver sudah berlebihan gula, leptin lambat laun akan berhenti bekerja sehingga tubuh tidak akan menyadari kapan kita kenyang. Akibatnya, kita pun makan terus-menerus.

Sejak tahun 1970-an, lemak dituding menjadi pemicu penyakit jantung. Pola pandang seperti itu membuat produsen menciptakan berbagai produk "rendah lemak". Sayangnya, produk-produk yang dianggap mengandung lemak tinggi itu digantikan dengan produk yang mengandung gula.

Banyak orang menganggap makanan yang bergula lebih sehat dibanding makanan berlemak. Padahal, makin banyak gula yang diasup, makin banyak keinginan kita untuk makan lagi. David Kessler, mantan anggota FDA, meyakini gula bersama dengan lemak dan garam menimbulkan efek kecanduan yang sama bagi otak.


Sumber : kompas
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dietetics Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger