Featured Post Today
print this page
Latest Post

Penderita wasir harus hindari apel dan jeruk


Penderita wasir memang disarankan untuk mengonsumsi banyak serat. Tapi sebaiknya hindari konsumsi apel hijau dan juga jeruk karena bisa memperburuk gejala wasir yang muncul.

Beberapa makanan tertentu sebaiknya dihindari oleh penderita wasir karena bisa menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri dan gatal-gatal yang intensitasnya semakin meningkat.

Makanan atau buah yang bisa meningkatkan keasaman dalam sistem pencernaan bisa menyebabkan gejala-gejala wasir menjadi bertambah buruk, karena makanan atau buah yang asam bisa mengiritasi wasir seperti dikutip dari safe-hemorrhoid-treatment.com, Senin (30/5/2011).

Makanan yang harus dihindari tersebut adalah apel hijau (karena memiliki tingkat keasaman lebih tinggi dibanding apel merah), buah jeruk dengan keasaman tinggi, minuman berkarbonasi, minuman berkafein seperti kopi dan alkohol. Selain itu hindari pula makanan olahan serta yang rendah serat seperti keju dan juga daging merah karena bisa membuat feses menjadi keras sehingga sulit untuk dikeluarkan dan menimbulkan rasa sakit.

Wasir atau ambeien juga dikenal dengan nama hemoroid yang merupakan penyakit atau gangguan pada anus, yaitu penurunan bantalan anus (anal cushion) yang disebabkan oleh banyak hal. Bantalan anus ini terdiri dari mukosa, jaingan otot polos anus, jaringan ikat longgar dan jaringan pembuluh darah.

Penyebab wasir sendiri bisa bermacam-macam seperti:

1. Kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban.
2. Terlalu banyak duduk atau berdiri
3. Faktor genetika (keturunan)
4. Mengejan terlalu keras saat buang air besar, biasanya akibat konstipasi
5. Dapat terjadi juga pada wanita hamil.

Pengobatan yang dilakukan untuk wasir tergantung pada stadium yang dialaminya. Hal terpenting adalah pasien dapat selalu buang air besar secara teratur dengan feses yang lunak, banyak minum dan mengonsumsi makanan kaya serat.
0 komentar

Kencing tidak normal? Bisa jadi ini sebabnya

Gangguan kencing merupakan tanda penyakit. Jadi jangan remehkan beser atau sering buang air kecil karena bisa saja menandakan kondisi serius mulai dari kanker hingga kerusakan dasar panggul.

Ada banyak penyebab orang mengalami kencing tidak normal. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari MSNHealth.com, Senin (25/4/2011).


Sleep apnea

Henti napas saat tidur atau sleep apnea sering dialami orang-orang dengan masalah kegemukan. Tersumbatnya saluran napas sering tidak disadari meski terjadi hingga ratusan kali dalam semalam, namun tak jarang menyebabkan penderitanya terbangun tengah malam.

Setiap kali bangun dari tidur, biasanya tubuh secara otomatis akan mengirim sinyal ke otak untuk segera pergi ke toilet untuk buang air besar. Penderita sleep apnea sering mengira dirinya bangun karena ingin kencing, padahal sebenarnya karena henti napas.

Diabetes yang tidak terkontrol

Salah satu komplikasi diabetes yang tidak tertangani adalah poliuria, yakni meningkatnya frekuensi buang air kecil. Kadang-kadang peningkatannya tidak terkendali, hanya berupa hasrat untuk pergi ke toilet tapi tidak selalu keluar air kencingnya.

Kekurangan hormon tiroid

Gejala primer hipotiroidisme atau kekurangan tiroid adalah rasa letih yang tidak wajar, sensasi dingin di seluruh tubuh, kulit kering dan rambut rontok. Beser atau sering buang air kecil adalah geala sekunder karena kekurangan tiroid akan memicu gangguan metabolisme.

Gangguan prostat 

Proses penuaan pada pria kadang disertai berbagai gangguan prostat, yang mengurangi kemampuan untuk menahan air kencing. Berbagai gangguan itu antara lain hiperplasia atau pembesaran prostat pada lansia maupun prostatitis atau radang prostat pada pria yang lebih muda.

Infeksi saluran kencing 

Sering buang air kecil dan disertai rasa perih atau panas pada penis merupakan gejala infeksi saluran kencing. Pemberian antibiotik yang sesuai dibutuhkan jika gejala-gejala itu juga disertai demam atau gumpalan darah berupa bercak merah pada urine.

Kegemukan

Pada wanita dan sebagian pria, kelebihan berat badan akan memberi tekanan ekstra pada kandung kemih serta jaringan dasar panggul. Akibatnya, orang gemuk lebih mudah terkencing-kencing saat tertawa, batuk, bersin maupun olahraga.

Interstitial cystitis (radang kronis di saluran kencing)

Beberapa gejala yang mencirikan interstitial cystitis atau bladder pain syndrome antara lain migrain, susah tidur, iritasi usus dan letuh lesu. Karena radang terjadi di saluran kencing, sindrom ini juga disertai rasa perih yang tak tertahanopan saat kencing.

Prolaps organ panggul

Wanita yang terlalu sering melahirkan atau melahirkan di usia terlalu tua rentan mangalami Prolaps Organ Panggul (POP) atau keluarnya dinding vagina disertai organ dalam panggul. Prolaps tidak mematikan, namun sangat mengganggu aktivitas karena memicu inkonsistensi urine (tidak bisa mengontrol kencing) dan inkonsistensi alvi (tidak bisa mengontrol kentut dan buang air besar).

Dehidrasi

Selain menurunnya konsentrasi serta daya ingat, kondisi tubuh yang kekurangan cairan atau dehidrasi bisa dilihat dari kencing. Bukan dari frekuensinya yang meningkat melainkan dari warnanya yang cenderung berwarna kuning pekat atau bahkan coklat.

Kanker

Jenis kanker yang bisa memicu gangguan kencing antara lain kanker prostat, kanker ginjal, kanker pelvis (area di antara ginjal dan kandung kemih) serta kanker uretra atau saluran kencing. Ciri-ciri kencing yang menunjukkan adanya kemungkinan kanker adalah bercak darah pada urine, rasa nyeri maupun peningkatan frekuensi kencing.
0 komentar

Kenapa Air Kelapa Mudah Berbau?

Mengapa air kelapa mudah berbau jika dibiarkan di suhu ruang dalam waktu yang lama?

Air kelapa memiliki tingkat keasaman yang rendah, dan mengandung nutrisi lengkap untuk pertumbuhan bakteri, terutama bakteri asam laktat. Makanya, produk ini tidak tahan lama jika dibiarkan disuhu ruang.

Jika belum ingin dikonsumsi, lebih baik biarkan air kelapa tetap di dalam buah segarnya, atau simpan di dalam lemari pendingin (refrigerator). Perlu diketahui, suhu dingin juga hanya membuat air kelapa bisa bertahan selama 1 hari.
0 komentar

Agar Sayur Tidak Langu


Niat hati ingin membuat masakan yang segar dan terlihat sedap, apa daya hasilnya malah terlihat layu dan beraroma langu. Apa yang menyebabkan sayuran hijau, seperti bokcoy, sering beraroma langu setelah dimasak? Bagaimana cara menghilangkannya?

Aroma langu pada sayuran sering terjadi pada sayuran hijau seperti bokcoy atau sawi hijau. Hal ini dikarenakan sayuran hijau mengandung enzim lipoksidase yang bila proses pemasakannya tidak sempurna dapat menimbulkan aroma langu yang kurang enak. Aroma tersebut dapat dikurangi dengan cara merebus sayuran dengan garam, atau merendam sayuran di dalam air es, sesaat sebelum sayuran dimasak.
0 komentar

Mengolah Udang

Memilih Udang Segar

Cara yang paling mudah untuk memilih udang yang segar adalah dengan membauinya: Udang yang segar menyebarkan aroma yang khas, tidak berbau busuk dan menusuk. Setelah itu perhatikan struktur tubuh udang: Kepala udang yang segar masih melekat seluruhnya pada badannya. Bila dipegang, badan udang terasa keras kenyal, serta kulitnya bening dan berseri. Udang yang sudah membusuk badannya lembek dan warnanya keruh kusam.

 Membersihkan Udang

Sebelum dimasak ataupun disimpan, udang harus dibersihkan. Udang dapat dikuliti terlebih dahulu atau bisa langsung dicuci dan dibersihkan. Menguliti udang yang berukuran besar atau berukuran sedang tidaklah sulit, tetapi yang berukuran kecil tidak mudah. Selain licin, kulitnya pun seakan menempel pada dagingnya.

Supaya mudah mengulitinya, cucilah udang hingga bersih, masukkan ke dalam sebuah wadah, lalu siram dengan air panas secukupnya. Seketika, warna kulit udang pun akan berubah menjadi kemerahan. Setelah itu, buang air panasnya.

Untuk menguliti udang, putuskan terlebih dahulu kepalanya, yaitu tepat di antara batas kepala dan badan. Setelah kepala lepas, kuliti seluruh tubuh udang, mulai ujung dekat kepala hingga ke ekornya. Bila Anda harus menyisakan ekornya, berhentilah menguliti hingga ruas kulit kedua dari ekor. Setelah selesai dikuliti, kerat punggung udang sepanjang badannya dengan kedalaman tak lebih dari setengah centimeter. Akan terlihat seperti ada tali berwarna kehitaman. Keluarkan dan buang tali tersebut, lalu udang dicuci bersih dan siap diolah.

Menyimpan Udang

Udang dapat disimpan langsung setelah dibeli sebelum dikuliti dan dicuci, akan tetapi cara ini kurang disukai karena udang sering tercampur dengan kotoran-kotoran lain yang akan mengganggu aroma dan rasa pada saat dimasak. Oleh karena itu cuci bersih udang, kuliti bila perlu, lalu tiriskan untuk beberapa saat. Setelah itu masukkan ke dalam kantong plastik atau wadah lain yang bersih dan kedap udara, lalu simpan di dalam freezer.

Memasak Udang

Agar udang tetap segar, berwarna cantik, dan tidak anyir/amis, simak tips berikut:
  • Daging udang amat lembut, karena itu, hindari memasak terlalu lama di atas api karena akan membuat daging udang menjadi lembek. Penggorengan yang terlalu lama akan merusak kandungan protein udang dan membuat daging udang menjadi kering dan keras. Pakailah api besar supaya udang cepat matang.
  • Untuk menghilangkan bau amis/anyir pada udang, lumuri udang dengan air jeruk nipis atau air jahe, biarkan beberapa saat sebelum dimasak.
  • Apabila udang hendak direbus, jangan terlalu lama karena menyebabkan cairan tubuh udang yang penuh gizi larut dan protein mengalami kerusakan.
  • Supaya udang rebus tampak cantik kemerah-merahan dan tidak anyir, masukkan beberapa tetes cuka ke dalam air rebusannya.

Memanfaatkan "Limbah" Udang

Setelah udang dikuliti, maka kita akan mendapatkan sejumlah kepala, kulit, dan ekor udang yang menumpuk. Jangan dibuang dulu. Limbah udang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai berikut:
  • Untuk membuat kaldu seafood. Cuci limbah udang lalu rebus dengan air secukupnya. Tunggu hingga mendidih lalu saring. Jadilah kuah kaldu yang segar dengan aroma yang khas untuk sup seafood Anda. 
  • Untuk campuran bakwan atau perkedel. Cuci limbah udang lalu tiriskan. Potong kecil-kecil dengan gunting. Bila jumlahnya cukup banyak, masukkan ke dalam blender atau food processor . Campurkan ke dalam adonan bakwan, perkedel, atau siomay, maka akan mempercantik penampilan masakan Anda tersebut dengan adanya semburat kemerahan khas udang dan menambah sensasi “kres-kres” ketika digigit.
  • Untuk penyedap masakan, pengganti MSG. Kulit udang dibersihkan, dikeringkan, lalu dipanaskan dengan cara dipanggang. Setelah itu dihaluskan hingga lembut, menjadi butiran-butiran halus yang berwarna kuning kecoklatan.
Kulit udang, mengandung protein chitin yang melalui proses hidrolisis lebih lanjut menjadi glukosamin. Glukosamin secara alami terdapat dalam tubuh kita, berperan dalam aktivasi dan proliferasi sel-sel tulang rawan, agar memproduksi kolagen. Glukosamin membantu metabolisme dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tulang dan sendi, membantu penyerapan kalsium, memberi efek seperti pelumas, sehingga penting dalam menjaga kesehatan, kelenturan, atau daya lenting persendian. 

Ternyata kulit udang banyak manfaatnya, bukan? Jadi pikir-pikir lagi yuk kalau mau membuang kulit udang begitu saja. Bagi yang punya alergi terhadap udang (dan bisanya juga alergi terhadap kepiting dan kawan-kawannya), disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengkonsumsi produk olahan yang mengandung kulit udang, karena sumber alergi pada umumnya berasal dari protein kulit udang.
3 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dietetics Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger